https://diarywinrie.com diary winrie: Komunikasi dengan anak

Senin, 22 Agustus 2022

Komunikasi dengan anak



Bismillahirrahmanirrahim. Setiap anak terlahir dengan keunikkannya masing-masing. Anak yang kembar sekalipun, sifatnya tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Sebagai orang tua tentunya kita harus paham dengan sifat dan karakter anak. Komunikasi dengan anak secara rutin dapat menambah pengetahuan orang tua tentang sifat dan karakter anak.

Yakinlah setiap anak ingin diperlakukan istimewa oleh orang tuanya. Komunikasi dengan anak sebagai bentuk menjalin kasih sayang, membangun kedekatan emosi dengan anak dan menjadikan anak lebih percaya diri.

Budaya komunikasi

Budaya berkomunikasi dalam keluarga akan berpengaruh dengan tumbuh kembang anak. Budaya komunikasi antara saya dengan pasangan atau saya dengan orang tua sangat berefek kepada budaya komunikasi anak-anak.

Jujurly, saya dan pasangan intonasi suara memang keras dan tinggi karena kami adalah anak gunung yang biasa tinggal di hutan dan biasa memanggil dengan teriakan. Saya sangat menyadari ini tidak baik untuk anak-anak. Saya dan pasangan masih berjuang belajar dan praktek komunikasi yang baik dengan anak.

Tanpa kami sadari pola komunikasi kami dengan orang tua selama ini juga berpengaruh dengan pola komunikasi kami dengan anak-anak.

Saya perhatikan saya sendiri sering berkomunikasi satu arah, tegas dan otoriter. Sedangkan suami saya sering berkomunikasi dengan menghakimi dan menyalahkan anak-anak.

Pola komunikasi kami sekarang adalah efek pengasuhan dari orang tua kami. Keluarga yang berbeda menghasilkan budaya komunikasi yang berberda pula. Saya sangat menyadari kekurangan dan kelemahan kami sebagai orang tua sehingga kami harus banyak belajar berkomunikasi dengan anak.
Komunikasi dengan anak

Anak-anak yang sering diajak berkomunikasi secara terbuka akan meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuannya menghadapi konflik di masa depan. Selain itu anak-anak yang komunikasi dengan orang tuanya baik biasanya akan terhindar dari salah pergaulan, narkoba, penyimpangan seksual, merokok, alkohol dan kekerasan.

Anak yang sering berkomunikasi dengan orang tua akan merasa ada tempat mengadu dan mencurahkan segala permasalahannya sehingga dia tidak akan lari kepada hal-hal yang tidak baik atau menyimpang.

Jenis komunikasi dengan anak

Komunikasi dengan anak merupakan keahlian wajib yang harus dimiliki oleh orang tua. Berikut beberapa jenis komunikasi yang dilakukan oleh orang tua :

1. Komunikasi terbuka

Komunikasi yang dilakukan oleh orang tua yang memposisikan diri sebagai teman. Teman yang siap mendengar semuanya tanpa menghakimi atau menyalahkan anak.

2. Komunikasi terapung

Komunikasi yang dilakukan prang tua hanya untuk basa-basi. Padahal komunikasi tersebut tidak penting atau tidak ada manfaat tetapi orang tua tetap melakukannya untuk membangun kedekatan dengan anak.

3. Komunikasi satu arah

Komunikasi yang dilakukan orang tua hanya satu arah. Orang tua hanya mau anak-anak mengikuti apa mau orang tua. Anak-anak tidak diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.

4. Komunikasi cuek

Komunikasi yang jarang dilakukan dimana anggota keluarga saling menghindar dan tidak peduli dengan anggota keluarga lainnya.

Setiap anggota keluarga seolah mencari kegiatan sendiri dan tidak menjalin komunikasi.

5. Silent Communication

Komunikasi yang jarang dilakukan bahkan tidak ada komunikasi karena anggota keluarga sibuk sehingga tidak ada waktu untuk berkomunikasi.

Dari lima cara berkomunikasi yang sering dilakukan oleh orang tua. Camamud sudah bisa menentukan komunikasi mana yang sering dilakukan dengan pasangan dan anak.

Sebenarnya komunikasi yang baik adalah komunika terbuka sehingga anak tidak merasa malu dan takut menyampaikan permasalahannya di sekolah atau dengan teman-temannya.


Manfaat komunikasi dengan anak

Mengutip dari Better Health Channel, berikut ini manfaat menjaga komunikasi dengan anak :

  •  Mengembangkan kepercayaan diri anak
  • Membuat anak merasa lebih berharga
  • Mempererat hubungan orangtua dan anak
  • Membantu anak membangun hubungan dengan orang lain.

Cara berkomunikasi yang baik dengan anak

Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang efekti dilakukan dua arah. Berikut tips untuk menjalin komunikasi yang positif dan baik dengan anak :
Belajar komunikasi

1. Pancing anak bercerita

Saat melakukan pancingan biasanya jenis komukasi yang dilakukan adalah komunikasi terapung, yaitu sekedar basa-basi dan menunggu jawaban atau penjelasan dari anak.

Selanjutnya anak akan bercerita panjang lebar tentang kegiatannya di sekolah atau kegiatan saat bermain dengan teman-temannya.
Komunikasi yang baik dengan anak

2. Siapkan posisi dan lingkungan yang nyaman

Lingkungan yang nyaman tidak berisik atau banyak gangguan. Ini yang kami lakukan biasanya adalah mengajak anak-anak jalan dan makan-makanbaru membahas apa yang mereka perku ceritakan. Seperti halnya kemaren kami berenang bersama, makan durian di pinggir sungai dan makan siang sambil bercerita.
Mereka lagi ada masalah apa atau kendala apa dengan kegiatan mereka.

3. Dengarkan anak saat bercerita

Mendengar cerita mereka dari yang terkecil sampai yang terbesar dari yang tidak penting sampai yang sangat penting. Memperhatikan dan mendengarkan dengan baik setiap detail cerita mereka. Ditambah dengan rasa penasaran yang tinggi dengan cerita mereka. Biasanya mereka akan semangat bercerita.

4. Gunakan kata dan bahasa sederhana

Tidak semua kata dan bahasa kami bisa anak-anak pahami. Jadi belajar menyederahanakan kata dan bahasa adalah penting untuk keefektifan komunikasi. Misalnya dalam penggunaan kata sapaan dan kaliamat perintah.

Kami harus memberi contoh dan praktek dengan baik. Agar mereka paham.

Oo tenyata kalau manggil orang yang lebih tua harus seperti ini ya.
Oo ternyata kalau mau menyuruh atau mintak tolong harus seperti ini ya.
Memberi contoh jauh lebih baik dari pada berbicara panjang lebar. Karena anak sering salah mendengar tetapi tidak pernah salah kalau meniru atau mencontoh.
Kegiatan anak anak

5. Berikan kesempatan kepada anak untuk merespon

Saat kita bertanya atau menjelaskan sesuatu beri kesempatan kepada anak-anak untuk mereka merespon. Entah respnya baik atau tidak kita perlu mendengarkan dan jika perlu menjelaskan kembali apa yang kita maksud.

6. Menghargai pendapat anak

Apapun jawaban atau penjelasan anak. Hargailah dan jangan pernah langsung mematahkan atau menyalahkan. Anak-anak juga berhak memberikan pendapat mereka secara bebas.

7. Berikan respon yang positif

Respon positif, motivasi dan kritik yang membangun sangat mereka perlukan untuk kemantapan dan kepercayaan diri mereka mengahapi kehidupan. Sering-sering bmemotivasi dan memberikan pujian jika mereka berhasil melakukan sesuatu dengan baik. Dan jangan remehkan kalau mereka belum berhasil tetap beri motivasi yang baik kepada anak anak.

8. Hindari kalimat negatif

Hindari kalimat negatif misalnya kamu salah, kamu bodoh, abang yang nakal atau lain-lain. Kalimat ini akan tertanam dalam pikirannya. Apalagi sering diucapkan akan tertanam dalam pikiran bawah sadarnya dan bisa-bisa memang menjadi apa yang kita ucapkan.

Ucapan seorang ibu adalah doa. Jadi jagalah kata-kata yang keluar kepada anak-anak. Kalau bisa cukuplah kata-kata baik yang menjadi doa dan harapan orang tua kepada anak.

Jangan pernah membentak anak karena anak yang sering dibentak akan berpengaruh kepada tumbuh kembang dan kecerdasannya. Berikut akibat anak jika dibentak :

1. Membentak membuat anak tidak mau mendengarkan orangtua
2. Menjadikan anak merasa tidak berharga
3. Membentak salah satu bentuk penindasan terhadap anak
4. Merenggangkan hubungan orangtua dan anak
5. Membuat anak tidak mau menghormati orangtua
6. Menciptakan perilaku anak agresif
7. Menurunkan kepercayaan diri anak

Jadi jangan pernah mencoba untuk membentak anak. Kami juga masih belajar ini. Karena tidak semua sesuai dengan keinginan kami sebagai orang tua. Belajar menerima anak-anak dengan keunikkan mereka juga butuhy perjuangan.
Karena orang tua sering menuntut anak tetapi lupa memberikan apa yang orang tua punya.
Kesimpulan

Kesimpulan

Komunikasi dengan anak  dapat dilakukann dengan baik jika orang tuanya juga bisa berkomunikasi dengan baik. ini orang tua dapatkan dari lingkungan keluarga dan pola pengasuhan di dalam keluarga. 
Meskipun saat ini orang tua belum bisa berkomunikasi dengan biak kepada anak tetapi jika orang tua menyadari maka masih ada waktu untuk memperbaikinya. 
Orang tua bisa berkomunikasi dengan baik jika ia mempunyai keahlian berkomunikasi  baik dan sopan dengan diri sendiri dan orang lain. 
Bagaimana orang tua mau berbagi kasih sayang. Jika ia sendiri tidak punya rasa kasih sayang.
Bagaimana orang tua ingin berbagi cinta. Jika ia sendiri tidak punya cinta.
Bagaimana orang tua berbagi cerita dan kebahagiaan. Jika ia sendiri tidak punya pengalaman dan tidak bahagia.

Orang bisa berbagi dari apa yang mereka punya.
Orang tua akan berbagi kemarahan jika yang ia punya adalah kemarahan.
Orang tua akan berbagi tekanan jika yang ia punya tekanan dan seterusnya.


Sumber :




1 komentar:

  1. membangun komunikasi dengan anak memang agak susah susah gampang ya. Kadang kita ingin mereka melakukan satu hal tapi mereka lebih suka yang lain, jadinya berselisih hehe.. terimakasih pencerahan nya mbaa

    BalasHapus

3 K dalam Hidup

Bismillahirrahmanirrahim.. Segala puji hanya milik Allah. Dia yang maha atas segala. Memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan k...