https://diarywinrie.com diary winrie: Tumplak mak

Senin, 11 Juli 2022

Tumplak mak

Bismillahirrahmanirrahim. Malam semua tadinya sudah mau mejamkan mata karena dah terlalu lelah hari ini. Intip intip wa di grup bhineka. Astagfirullah ingat belum setoran hari ini.

Lelah boleh tetapi jangan jadikan alasan untuk menyerah. Setiap komitmen dan pilihan pasti ada konsekuensinya.
Mengorbankan sedikit atau banyak waktu untuk sesuatu yang sudah diniatkan sejak awal. Sebenarnya it's ok.
Mencari ide pun kadang muncul di tengah kesibukan waktu mak mak masak. Masyaallah semua bisa menjadi ide ketika kepepet,hehe.
Ga ini serius lho.Camamud pernah dengar istilah tumplak ga? Tadinya saya pikir ini bahasa jawa. 
Coba searching sama mba google ternyata tumplak ada dalam KBBI. Tumplak adalah :
1.Tertumpah semuanya
2.Tercurah semuanya
3.Datang banyak-banyak segerombol sampai melebihi daya tampung tempat yang tersedia.

Tumplak yang ingin saya bahas adalah tertumpah semuanya. Mengapa ingin menulis ini.
Ini benar-benar kejadian dan belajar mengambil hikmah dari kata tumplak mak.
Apa yang tertumpah? Dan seberapa kesalnya mak-mak kalo ini terjadi?
Kebayang ga dari jam 4 shubuh rempong ngolah daging sapi untuk dimasakin rendang dan siap di santap keluarga.
Mengerjakan semua sendiri tanpa asisten rumah tangga bukan sesuatu yang mudah.
Bekejar-kejaran dengan hari ini pertama anak-anak dan papanya mulai sekolah setelah libur. Rempong pastinya menyiapkan dari semalam ga clear juga sampai pagi.
Ditengah kerempongan memastikan semua beres sebelum berangkat kerja itu wajib menurut saya.
Makanan beres, rumah beres dan cucian beres. Pokoknya beres. Hehe.
Beres memang ketika saya berangkat kerja. Merasa sudah ringan dan tenang ketika berhasil menyiapkan kebutuhan domestik keluarga. Apa yang terjadi ketika pulang. 
Astagfirullah, istighfar melihat semua ini. Masakan rendang tadi pagi tumplak mak. MasyaAlllah ujian apa lagi ini ya Allah. Awalnya kesel banget. 
Mencari tahu siapa yang berbuat.Mau marah dan emosi pada anak. Takut bukan anak yang berbuat. Ambil nafas dalam hembuskan. 
Saya lakukan berulang-ulang untuk melepaskan emosi saya. Kemudian meneguk segelas air putih dan semakin tenang. 
Mulai membersihkan tumpahan rendang sambil tersenyum dan bernyanyi kecil menghibur diri. Padahal emosi tingkat tinggi. Sambil berberes, saya mencoba mengoneksikan hati dengan Allah. 
Pasti ada pesan cinta dibalik tumplak ini. Allah lagi nguji kesabaran ini. Setelah proses yang panjang, waktu yang lama dan persiapan yang terbilang rumit untuk sebuah rendang. 
Hasil akhirnya malah Allah tumpahkan dengan mudah melalui seekor kucing.  Kucing yang tanpa merasa bersalah masih mengeong-ngeong di dekat saya mengharap di beri daging. 
Pelajaran hikmah yang bisa saya ambil hari ini adalah : 
1. Mudah bagi Allah mengambil sesuatu yang kita perjuangkan dalam waktu lama atau bertahun tahun dengan sekejap mata allah ambil hanya hitungan detik. 
2. Kesabaran tak pernah punya batas kalau masih ada batas itu bukan sabar. 
3. Kalau bukan rezeki meski sudah ditangan dengan mudah allah akan tumplakkan. 
4. Mempertahankan rasa kepemilikkan dan dan tidak ridho akan kejadian "tumplak mak" ini hanya akan menambah berat beban. 
5. Belajar mengikhlaskan segala sesuatu yang bukan untuk kita meski sudah di depan mata. 
6.Ridho dengan ketetapanya dan menyakini kejadian ini pastilah yang terbaik dari Allah. 

Sekian dulu, hikmah kejadian tumplak mak hari ini. Semua memang menguras energi dan emosi, tetapi yakin asal menerima dengan hati maka apa-apa akan menjadi mudah atas izin Allah.


Sumber :

1 komentar:

  1. Heubeu aku pernah begini, kesal marah akan suatu hal dan marah sama orang lain yang akhirnya aku sendiri yang menyesal. :" Bener-bener harus belajar mengolah emosi. Terima kasih kak sudsh mengingatkan atas segala hikmah yang tejadi.

    BalasHapus

3 K dalam Hidup

Bismillahirrahmanirrahim.. Segala puji hanya milik Allah. Dia yang maha atas segala. Memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan k...