https://diarywinrie.com diary winrie: Pertahankan financial keluarga

Senin, 25 Juli 2022

Pertahankan financial keluarga

Bissmillahirrahmanirrahim. Camamud Kriya financial keluarga adalah sesuatu yang harus kita rencanakan dan pikirkan. Banyak diantara kita yang tidak mempunyai perencanaan untuk financial keluarga. Sehingga gaji dari bulan ke bukan tak nampak hasilnya. Habis hanya untuk kebutuhan yang kadang terbilang tidak begitu penting.

Maka sebagai istri dan sekaligus manajer keuangan keluarga. Kita harus bisa memanajemen financial keluarga. Ada 6 langkah pengelolaan financial :

1. Sisihkan untuk modal

Menyisihkan untuk kebutuhan modal artinya memenuhi kebutuhan ajib terlebih dahulu. Memilah mana kebutuhan wajib dan mana yang tidak.

2. Tabungan

Zaman sekarang ini mempunya tabungan masa depan adalah cara kita menyiapkan kehidupan di masa mendatang. Tabungan yang terbaik bisa berupa investasi. Tetapi untuk investasi membutukan tabungan yang sudah lumayan banyak. Maka sebaiknya pilihan terbaik adalah menanbung emas. Agar terhindar dari inflasi juga.

3. Jangan boros

Tidak boros dalam membelanjakan kebutuhan keluarga. Ini sifatnya ibu-ibu sering lapar mata. Membeli sesuatu bukan berdasarkan kebutuhan tetapi keinginan. Merasa kurang dan kurang sehingga sering membelanjakan sesuatu yang tidak begitu penting.

4. Sedekah

Sedekah adalah cara untuk melepaskan diri dari sifat kikir dan tamak. Merasa kurang dan tidak cukup. Jika sifat ini sudah ada pada diri kita maka akan sulit untuk bersedekah. Sedekah juga menjadi jalan kita menabung untuk akhirat. Satu satunya harta yang bisa kita nikmati di akhirat kelak adalah harta yang kita sedekahkan.

5. Hindari berhutang

Menghindari berhutang, baik hutang riba atau pun tidak. Hutang adalah sesuatu yang diperbolehkan tetapi sangat tidak di sarankan. Mengingat banyak perkara dalam urusan hutang piutang. Menghindari hutang setidaknya bisa membuat lebih tenang dan tidak ada beban.
Jika hidup hanya untuk berhutang maka dapat dipastikan tidak ada ketenangan dalam diri orang tersebut. Karena hari-hari seolah dikejar-kejar sama hutang.

6. Hemat dan berkah

Cara menjaga agar financial tetap bertahan adalah dengan menghemat dan membelanjakan harta pada hal-hal yang menambah keberkahan dari harta tersebut. Tidak memmbelanjakannya pada jalan yang Allah tidak sukai.

Yuks Camamud praktikkan 6 langkah mempertahankan financial tersebut, insyaallah hidup akan lebih teratur, terhindar dari financial, alokasi jelas dan lebih berkah. Aamiin.

Belajar dari sahabat nabi dalam menjaga keberkahan dari hartanya. Umar bin khatab, ia menjadikan hasil dari bisnisnya yaitu 50% untuk keluarga dan 50% untuk sedekah dan infak. Abu bakar as sidiq malah 100% untuk sedekah.

Adakah diantara kita yang berani seperti sahabat nabi tersebut. inilah letak iman. Jika mengatur keuangan dengan orientasi akhirat maka tolok ukurnya adalah iman. Berkah dunia dan akhirat.

Perencanaan keuangan itu sangat penting karena dengan itu kita menjadi punya tujuan. Bisa memetakan dengan jelas kebutuhan untuk keluarga, pendidikan anak, biaya buat rumah, mobil dan rencana umroh atau haji.

Jika menjalani hidup hanya sekedar hidup tanpa mempunyai perencanaan keluarga maka dapat dipastikan akan lahir sebuah penyesalan kelak.

Rezeki berlimpah lewat keluarga

Rezeki kita hari ini bisa jadi dikarenakan rezki anak-anak dan pasangan kita. Ada beberapa modal utama untuk sukses dalam meraih rezeki :

1. Modal utama adalah keberkahan

Bagaimana agar rezeki kita berkah. Caranya sangat mudah yaitu dengan minta maaf lah kepada kedua orang tua, pasangan, anak-anak atau orang-orang yang tanpa sengaja pernah kita sakiti.
Perbanyak membantu saudara-saudara kita yang berada di sekitar kita.

2. Modal turunannya adalah ilmu

Ilmu menjadi bagian yang juga dibutuhkan untuk menuju meraih rezeki yang sukses. Barengi dengan banyak belajar misalnya sekarang lagi berbisnis fashion maka belajarlah tentnag fashion agar tidak ketinggalan.
Ilmu yang ingin kita dapatkan tidak melulu ilmu yang gratis. Sekali-kali mengorbankan harta untuk sebuah ilmu maka akan menambah keberkahannya.

3. Akhlak/adab

Ini unik memperbaiki akhlak kepada atasan, pasangan dan teman-teman. Saya pernah melakukan ini dengan mengirimkan whatapp kepada atasan, pasangan dan teman-teman. Isinya permintaan maaf, ucapan terimakasih. Alhamdulillah ini sangat mujarab untuk meningkatkan perekmbangan bisnis saya.

4. Taqwa

Meningkatkan taqwa dengan ibadah-ibadah yang sudah ditargetkan/ misalnya melakukan sholat malam, sholat dhuha, puasa sunat, dzikir pagi dan petang serta mengerjakan ibadah wajib tepat waktu.
Buat target harian, mingguan bahkan bulanan. Lakukan secara rutin sehingga menjadi sebuah kebiasaan dan gaya hidup.
Sekian dulu semoga tulisan ini bermanfaat untuk mempertahankan financial kelurga. Ingat banyak jika tidak berkah maka tak kan bisa bertahan lama. Biarlah sedikit asalkan berkah. Belajar mengumpulakn rezeki dengan keberkahan segala sesuatu yang berkah itu akan membawa kita kepada ketaatan dan menjauhkan kita dari kemaksiatan.

6 komentar:

  1. Reza Liswara27 Juli 2022 21.18

    Uang itu emang jahat ya dipikir-pikir, datangnya lama eh perginya cepat. Emang bener sih harus punya plan kedepannya dengan menabung.

    BalasHapus
  2. Mempersiapkan dana darurat atau mencoba praktik menabung dengan nominal tertentu namun konsisten juga mampu menjadi cara agar keuangan keluarga stabil. Untuk poin jangan berhutang saya amat sangat setuju.

    BalasHapus
  3. Hal penting dari memahami finansial itu adalah kita harus memahami bahwa kebutuhan mesti diutamakan baru keinginan. Tapi, kadang-kadang keinginan pun ga punya fungsi apa ounysehungga hanya membuang-buang uang, yang mana uang itu harusnya bisa untuk hal yang lebih bermanfaat. Harus pinter me-manage diri dalam menghadapi finansial wkwk

    Btw kak bahas cara mendapatkan emas dan menabung emas dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. siap vina insyaa allah setuju banget membahas tentang emas terimakasih sarannya..

      Hapus

3 K dalam Hidup

Bismillahirrahmanirrahim.. Segala puji hanya milik Allah. Dia yang maha atas segala. Memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan k...