https://diarywinrie.com diary winrie: Misteri gua kasah (Part 3)

Minggu, 17 Juli 2022

Misteri gua kasah (Part 3)

Misteri gua kasah 3

Setelah pembahasan Senin kemaren tentang keberangkatan ke Gua Kasah. Kami tidak pernah lagi membahasnya sampai hari ini Jumat. Jumat sore adalah jadwal latihan kami. Seperti biasa ba’da Ashar kami berkumpul di tempat latihan tepat nya di samping mesjid At Taqwa Senimpik.

Jam menunjukkan pukul 16.30 Wib. Cuaca sudah mulai teduh tidak seterik tadi siang. Cuaca yang sangat bersahabat untuk melakukann kegiatan latihan. Hari pemanasan pun seperti biasa dipimpin oleh Bang Dona dan Nova senior kami. Pemanasan harin ini dimulai dengan lari mengelelilingi kampung dengan rute yang sudah di siapkan oleh pelatih.

Dulu jalanan di Kampung kami masih tanah dan bercampur batu. Belum ada yang di semen atau aspal seperti sekarang ini. Kami berlari tanpa memakai sandal. Bagi yang tidak biasa kaki akan terasa sakit ketika menginjak batu. Pertama-tama dulu saya sangat kesakitan kalau lari tidak memakai sandal. Sekarang sudah mulai terbiasa dan tidak terasa lagi kalau menginjak batu.

Selesai lari melanjutkan kegiatan pemanasan di lapangan samping mesjid. Kami terutama yang anggota yang perempuan senang banget kalau pemanasan ini di pimpin oleh Bang Dona dan Nova. Karena mereka adalah idola cewek-cewek. Pintar di sekolah, menguasai jurus, rajin sholat dan ganteng apalagi.

Rasanya kalau ada cewek yang tidak mengidolakan dua orang ini entah apa yang mereka pikirkan. Hehe. Kami pun sering menjadikan orang berdua ini sebagai bahan obrolan waktu istirahat. Siapa perempuan beruntung yang akan menjadi pacar mereka. Kadang kami taruhan juga. Siapa yang berani mendekati mereka berdua. Nah ajang taruhan kami makin seru. Kami sepakat perjalan ke Gua nanti akan kami manfaatkan untuk mendekati duo Abang senior ini.

Siapa yang berhasil akan dapat traktiran dari tiga teman lainnya. Merasa tertantang juga jiwa perjuangan saya mengejar cinta dua orang ini. Hahaha. Iseng-iseng berhadiah. Kalau ada mereka berdua latihan tidak akan terasa berat. Semangat dari awal sampai selesaim latihan. Semoga semangat ini juga ada ketika menaklukan perjalanan penuh rintangan nanti ke Gua Kasah.

Latihan kami lanjutkan sampai jam 18.00 Wib. Selesai latihan perjalanan pulang biasanya kami membahas kejadian-kejadian lucu saat latihan tadi dan kali ini berbeda kami mebahas. Rencana taruhan kami untuk mendekati dua senior kami. Entah apa yang kami pikirkan saat itu. Membuat taruhan dan persaingan begitu senang meski itu hanya untuk lelucon. Entah ini yang disebut jiwa muda yang suka tantangan. Hehe.

Diantara kami berempat mereka paling senang membuli saya dengan senior Bang Nova karena menurut mereka kami berdua cocok dan serasi. Mereka sering membuat rencana yang kadang tidak terpikirkan oleh saya dan saya sendiri sering terjebak dengan renaca aneh mereka. Sepertinya alasan mereka sangat ingin saya ikut ke Gua Kasah pasti mereka sudah menyiapkan rencana. Saya takut terjebak lagi. Tetapi tantangan mereka kali ini sungguh membuat saya ingin membuktikan kepada mereka. Saya bisa mendekati Bang Nova. Cieee sok optimis, padahal ga tahu respon Bang Nova nanti.

Saya heran dengan teman-teman saya ini. Mereka tidak pernah menantang saya untuk dekat dengan Bang Dona. Coba kalau tantangan nya ini mudah banget bagi saya. Karena saya memang sudah dekat dengan Bang Dona. Mengerjakan soal-soal Fisika dengan Bang Dona adalah kegiatan yang kami senangi. Saya sendiri banyak belajar dari Abang yang 2 tahun di atas saya. Baik dan sholeh saya menjulukinya. Tidak pelit ilmu. Bahkan tidak jarang Abang ini akan mampir kerumah sekedar ngobrol dengan orang tua saya. Karena Abang ini juga sangat ramah kepada semua orang.

Ah sudahlah, saya terima saja tantangan mereka ini. Semoga mereka senang kalau nantinya saya bisa naklukin Bang Nova. Eh naklukin emang mau ngapain. Dekatin aja deh. Semangat menggebu-gebu semakin hari semakin tidak sabar mau berangkat ke Gua Kasah. Ada dua yang buat penasaran yaitu satu perjalanan menuju ke Gua yang kabarnya pernuh rintangan, jalanan tidak mulus, melewati rawa-rawa yang hanya diberi kayu dan perbukitan dan kedua keindahan gua kasah seperti yang diceritakan teman-teman yang pernah kesana. Sekarang nambah lagi penasaran ke tiga saya bagaiamana sifatnya Bang Nova. Mungkinkah saya bisa mendekatinya di perjalanan ke Gua Kasah ini? (cerita bersambung).

1 komentar:

  1. Hooo jadi ceritanya mau mepetin Abang pelatih wkwkwk enggak nyangka sih kukira karakter 'saya' di sini kayak pemalu gitu kan ternyata berani juga buat deketin cowok wkwk

    BalasHapus

3 K dalam Hidup

Bismillahirrahmanirrahim.. Segala puji hanya milik Allah. Dia yang maha atas segala. Memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan k...