https://diarywinrie.com diary winrie: Misteri Gua Kasah (Part 1)

Sabtu, 16 Juli 2022

Misteri Gua Kasah (Part 1)

Minggu pagi, cuaca begitu dingin menusuk ke tulang. Jangankan keluar rumah mau keluar dari selimut saja rasanya begitu malas. Perlu tenaga ekstra untuk melawan rasa malas ini. Mulai membuka mata, melihat jam di layar handphone menunjukkan jam 05.00 Wib. Waktunya bergegas bangun, mandi, wudhu, sholat shubuh, dzikir pagi dan tilawah. Setelah selesai semua aktivitas baru bersiap berangkat menuju tempat latihan karate.

Karate menjadi pilihan aktivitas saya kala itu untuk mengfullkan kegiatan di sore hari. Jadi memang ketika sudah biasa dengan kesibukan serasa ada yang kurang jika satu hari libur dari rutinitas biasa.

Jadwal karate sebanyak 2 kali dalam satu minggu yaitu jumat sore dan minggu pagi. Menjadi bagian dari karate ini. Sekarang muncul pertanyaan

“Mengapa saya tertarik karate?”.

Salah satu alasan saya saat itu, ingin bisa menjaga diri sendiri. Kejahatan bisa saja terjadi dimana saja. Setidaknya kita punya usaha untuk belajar menjaga diri sendiri. Setidaknya merasa agak aman kalau jalan agak jauh dan tidak ada teman.

Setelah menyelesaikan aktivitas rumah, saya mengambil ransel hitam yang terletak di atas  kursi. Ransel yang sudah saya siapkan dari tadi malam. Ransel hitam berisi seragam karate, sabuk, air minum dan sebungkus roti. Roti ini sangat membantu untuk menghilangkan rasa lapar ketika selesai latihan.

Bismillah pintu dibuka dan berpamitan sama Amak, panggillan untuk orang tua yang perempuan.

“Mak, berangkat dulu”.

“Ya, hati-hati” itulah jawaban Amak dari dalam kamar.

Amak yang sudah sangat paham dan hafal dengan kegiatan harian saya. Bahkan kadang mengingatkan jika saya lupa. Mulai melangkahkan kaki dengan bahagia dan tak lupa saya mengampiri teman-teman juga ikut latihan karate dengan saya.

Teman-teman saya saat itu ada Tindia biasa kami panggil tin, gusdian biasa kami panggil gus, wahayu biasa kami panggi ayu dan adek kelas suci. Kami selalu berangkat bersama-sama. Rasanya masa-masa yang terindah dan tak bisa dilupakan jika sudah ngumpul bersama. Berbagi cerita dan kadang belajar bersama.

Alhamdulillah pagi ini semua anggota bisa berangkat dan sangat rame. Latihan dimulai dengan melakukan pemanasan terlebih dahulu yang di pimpin oleh bang Dona senior kami di karate. Setelah selesai pemanasan, kami melanjutkan latihan jurus-jurus yang sudah di ajarkan. Hari ini juga aka nada seafaring dan ujian untuk naik sabuk.

Deg-degan dan cemas banget kalau sudah bicara masalah ujian. Tetapi sejauh ini Alhamdulillah bisa di lalui dan diiukuti. Kenaikan sabuk kali ini agak berbeda dengan sebelumnya karena pelatih meminta untuk meningkatkan kemampuan fisik dan mental kami. Kami akan melakukan perjalanan yang agak jauh yaitu berjalan ke gua kasah.

Wacana ke gua kasah pun dibahas setelah selesai latihan, ujian dan safari. Tepat setealh waktu istirahat sejenak minum dan ambil nafas. Kami di kumpulkan kembali membentuk lingkaran. Pelatih pak Herlius mulai membuka sesi diskusi untuk persiapan ke berangkatan yang direncanakan minggu depan.

Semua teman-teman antusias sekali, member usul dan saran. Saya dan gusdian hanya diam tidak berani komentar. Saat itu yang ada dalam pikiran saya “apakah saya akan mendapat izin untuk ikut beragkat ke gua kasah atau tidak”. Sedikit sekali kemungkinan akan di beri izin.

Saya sendiri dikenal dengan anak yang jarang diizinkan kemana-mana. Kalau ga kegiatan sekolah, les, ngaji, karate atau main volley. Kalau sekedar ngumpul-ngumpul ga jelas pasti tidak akan di izinkan.

Sehingga saat pembahasan saya merasa kurang semangat. Sambil melamun, saya pun dipanggil pelatih.

“Win, ada yang mau disampaikan?” tanya Pelatih.

Seketika menyadarkan saya dari lamunan tentang Amak yang tidak akan member izin. Saya menjawab “tidak, pelatih”.

Pelatih menyambung kalimatnya “kalau memang tidak ada yang mau di tanyakan, minggu depan kita berkumpul di sini habis subuh dan ontime, jangan ada yang terlambat karena nanti perjalanan kita pake mobil dulu baru kita lanjutkan dengan jalan kaki  menuju gua. Perjalanan menuju gua sekitar 2 jam. Siapkan bekal dan kebutuhan yang di anggap perlu dan ini surat izin dari orang tua. Mohon semua anggota minta tanda tangan kepada orang tuanya dan dikumpulkan di hari Jumat pas kita latihan. Cukup? Kalu sudah cukup kita berdoa dulu”.

Sesi diskusi pun berakhir, kami mengganti baju dan bersiap-siap untuk pulang. Sepanjang perjalanan pulang kami membahas surat izin tadi bagaimana memberitahu kepada kedua orang tua. Akan kah kami diizinkan untuk mengikuti kegiatan ke gua kasah.

Pokok nya akhir latihan kali ini penuh tanda tanya? (bersambung).

 

 

 

1 komentar:

  1. Wih aku selalu kagum deh sama cewek yang ikutan olahraga bela diri, xixi. Ini bakal cerita horor atau enggak ya?

    BalasHapus

3 K dalam Hidup

Bismillahirrahmanirrahim.. Segala puji hanya milik Allah. Dia yang maha atas segala. Memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan k...