https://diarywinrie.com diary winrie: Makna tertinggi diri

Sabtu, 02 Juli 2022

Makna tertinggi diri

Bismillahirahmanirrahim. Tadinya lagi bingung menulis, lagi banyak yang dipikirkan dan lagi rame juga di rumah. Jadi agak kurang fokus untuk menulis. Semalam mencoba bangun jam 2 sampai tulisan ini launching ni mata belum mejam. Nah lagi ngapain rela begadang ? Berjuang nyari cuankah? Tidak, karena sampai detik ini saya belum berani mengambil job di blog dan memang niat awalnya ngeblog juga bukan untuk cuan. Trus lagi apa? Lagi belajar mendefinisikan makna tertinggi diri.
Makna tertinggi diri baru

Alah, ga usah sok sibuk ngurusin umat, keluarga sendiri aja belum beres. Apalagi diri mu. Jangan berlagak sok suci, sok alim dan mau menasehati orang lain. Coba nasehatin diri sendiri dulu. Yakin sudah baik. Jangan munafik menjadi orang.

Allow, dijatuhkan netizen seperti ini kadang membuat mental down dan membunuh karaktek. Tetapi jangan salah, justru untuk maju kita membutuhkan komentar yang seperti ini sebagai pecutan untuk terus maju dan berkembang.

Luruskan saja niat dan jadikan semua ucapan yang menghambat sebagai pecutan untuk semakin mengembangkan diri dan keluarga. Semakin besar tantangannya membuktikan bahwa kita sedang di jalan yang benar.

Jangan takut jika Allah berkehendak maka kebenaran akan mengalahkan semua kesombongan dan kebohongan.
Kehampaan

Belajar memberi makna tertinggi diri, bukalah hal yang mudah. Karena ditengah perjuangan ingin mempersembahkan karya terbaik untuk umat. Sementara dalam diri kita pun banyak yang belum selesai, lalu kita harus berbicra sesuatu yang besar di luar diri kita.

Sebuah keyakinan yang dipegang sampai saat ini adalah ketika kita berbicara sesuatu yang besar artinya kita sedang mendoakan hal tersebut untuk terjadi. Bahkan kadang misi besar yang kita miliki melebihi diri dan keluarga kita.

Justru dengan adanya visi besar tersebut maka Allah berlahan meningkatkan dan memampukan diri dan keluarga untuk misi besar tersebut. Saya ingat pesan Ustad Rezha Rendy dalam sebuah kelas bisnis syariah menyampaikan :
luruskan niat dan tanamkan niat yang luas, jangan setengah-setengah agar Allah yakin dengan kesungguhanmu. Lakukan segala bentuk ikhtiar terbaik untuk pencapaian sebuah visi maka allah yang akan membantu dan mendatangkan segala sesuatunya.
Hal yang sangat menantang ketika memberi makna tertinggi diri adalah bukan tentang kepentingan diri. Apa yang akan saya dapatkan tetapi apa yang bisa saya berikan. Bukan tentang diri kita tetapi tentang karya besar apa yang bisa kita persembahkan untuk umat. Bahkan karya besar itu sebelumnya sempat tak terbayangkan kita bisa melakukannya. Tetapi Allah mampukan kita atas izinNya semua akan menjadi mudah. 
Mindset baru

Ternyata saat kita mendefinisikan makna tertinggi diri adalah ketika kita berbagi, bermanfaat dan berdampak untuk banyak orang. Ada bahagia yang tidak bisa dibayar dengan sejumlah uang dan ada ketenangan yang tak bisa digantikan dengan kenikmatan dunia.

Makna diri akan tumbuh subur ketika kita banyak membantu orang lain atau orang terdekat untuk bermakna dengan menemukan makna dirinya. Makna tertinggi diri merupakan sebuah kebahagiaan yang hakiki karena kita bisa membawa manusia dari kehampaan diri mereka kepada menemukan makna diri mereka selaras fitrah untuk menunaikan tugas langit di dunia dalam rangka menuju keridhaan Allah subhanawata’ala dan perjumpaan dengan Nya. Back to rahim back to basic. Kembali ke fitrah sebagai sebenar-benar hamba.


Sumber :

Materi ustad Harry Santosa
Materi bisnis syariah ustad Rezha Rendi

2 komentar:

  1. Aku pernah tuh, Kak, dapet omongan peded kek gitu, tapi dari diri sendiri, wkwk. Mikir kayak ngapain nulis yang bermanfaat dan menasihati orang banyak kalau diri sendiri bekum benar? Ini yang bikin aku jadi kehambat nulisnya. Padahal, kita pun bisa jadi pembaca buat tulisab kita sendiri ya, Kak, artinya kita menulis untuk orang banyak dan untuk diri sendiri sambil memperbaiki diri.

    BalasHapus
  2. Memang benar ketik kita dijatuhkan oleh netizen maka kita akan down tapi kita tetap harus bangkit, kita tidak boleh terlalu memikirkan omongan orang. Hidup bukan tentang memikirkan omongan tapi tentang diri kita sendiri, jalani saja apa yang ingin kita jika sudh berhasil mereka akan merubah cibiran mereka yang pernah membuat kita down itu menjadi pujian

    BalasHapus

3 K dalam Hidup

Bismillahirrahmanirrahim.. Segala puji hanya milik Allah. Dia yang maha atas segala. Memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan k...