https://diarywinrie.com diary winrie: Idul Adha dengan orang tercinta

Minggu, 10 Juli 2022

Idul Adha dengan orang tercinta

Bismillahirrahmanirrahim.
Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahilhamd.
Artinya: "Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tidak ada tuhan melainkan Allah, dan Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji bagi Allah."

Iringan takbir memecah sunyi subuh ini. Ada air mata yang berderai merasa betapa Allah maha besar dan hamba ini kecil lagi hina.
Berdama oramg tercinta

Tangisan haru di hari raya idul adha ini. Mengakui begitu banyak nikmat yang lupa kami syukuri selama ini. Alhamdulillah hari ini kami sekeluarga, orang tua dan adik-adik saya bisa berkumpul untuk melaksanakan qurban di Mukomuko. Idul adha dengan orang tercinta adalah sebuah cita yang sudah lama ada.

Menyembunyikan kesedihan mungkin mudah tetapi tidak dengan menyembunyikan kebahagiaan. Bahagia bisa bersama orang-orang tercinta.

Selagi Apak dan Amak senang dan bahagia kami pun akan dengan senang hati melayani mereka. Orang tua yang sudah mulai menua dimakan umur. Rasa sakit karena proses penuaan yang tidak bisa mereka elakkan. Terkadang membuat mereka begitu sensitif dan mudah emosi.

Hampir dua minggu Bapak dan Amak berkumpul dengan kami. Perasaan tak betah dan kurang nyaman mereka mulai terlihat. Mulai tidak selera makan. Mulai muncul keluhan rasa sakit.

Kami perhatikan ini adalah bentuk kerinduan mereka kepada rumah di Kerinci. Mulai mencari-cari alasan untuk pulang. Kami sangat paham itu.

Saya dan suami sering membahas “orang tua kita sekarang seperti ini, kita besok entah seperti apa lagi tingkah laku kita kekita sudah tua”.

Kami tersenyum kalau membahas orang tua. Orang tua yang seolah kembali menjadi anak-anak. 
Minta perhatian lebih
Minta dikasih lebih
Minta di dengarkan dan tidak mau di sanggah sedikit pun
Pandangan mereka lah yang paling benar. Cita-cita mereka lah yang paling luar biasa untuk anak-anaknya.

Padahal kadang kita juga punya prinsip, impian dan cita-cita. Belajar tidak mematahkan harapan mereka terhadap kami adalah sebuah tanggung jawab berat bagi kami. 
Sering tidak sejalan, bahkan jauh dari visi dan misi keluarga kami. Tetapi tetap kami sebagai anak selalu ingin menghargai harapan mereka.

Terimakasih Apak dan Amak karena mu kami bisa seperti saat ini. Karena doa-doa mu lah kami di sini. Meski kami belum bisa membuatmu bahagia dan bangga.

Setidaknya berikan kami kesempatan untuk terus membuatmu tersenyum di tengah rasa sakit akibat penuaan yang Apak dan Amak derita. Izinkan kami menjadi anak yang berbakti untuk membalas jasa mu. Meski kami tahu tak satupun yang bernilai yang bisa kami berikan sebagai balas jasa bahkan nyawa sekalipun .

Apak dan Amak semoga Allah memberikan umur yang panjang dalam ketaatan dan keberkahan. Jangan pernah lelah mendoakan kami anak-anak Apak dan Amak. Doa kami pun selalu untuk kesehatan dan kebahagiaan Apak dan Amak.

Akhirnya, idul adha usai. hewan qurban sudah di potong. Sepertinya semua kegiatan yang membuat mereka bertahan di sini sudah selesai.  
Apak dan Amak serta adek bungsu saya memutuskan untuk kembali pulang ke kampung halaman Kerinci Kota Sakti sore ini. Melepas mereka serasa melepas sesuatu yang begitu di sayangi dan berat.

Berat menahan rindu untuk bertemu mereka. Apalagi keadaan mereka yang sudah mulai tua dan tiba-tiba sakit. Sementara kami jauh semua dari Apak dan Amak. Rasanya ada sesuatu yang tak bisa diri ini maafkan ketika itu terjadi. Ada luka yang tak bisa di sembuhkan ketika mendengar mereka sakit dan di rawat. Sementara saya jauh dari mereka.

Saya sendiri seorang perawat tetapi tidak bisa merawat orang tua itu rasanya sakit dan sangat sakit. Berharap Oktober nanti Amak sudah pensiun dan bisa saya ajak tinggal di Mukomuko. Mungkin dengan ini saya akan lebih tenang. Mengurus dan melayani mereka sebagaimana mereka mengurus saya dulu.

Rabb, hamba titip kedua orang tua hamba. Jaga dan lindungi mereka dari hal-hal yang buruk. Hamba yakin Engkaulah sebaik-baik penjaga dan pelindung. Semoga idul adha dengan orang tercinta membawa hikmah bahwa suatu saat nanti kami akan kembali bersama. Aamiin.



sumber :

6 komentar:

  1. Huhuhu terharu banget bacanya, sehat-sehat selalu yaaa Apak dan Amak :(

    BalasHapus
  2. Aamiin allahumma aamiin .... sehat-sehat selalu buat orangtuanya ya mbak.

    BalasHapus
  3. hiks membaca tulisan mbak, jadi teringat almarhum bapak, kangen beliau, al fatihah
    semoga orang tua mbak sehat-sehat ya

    BalasHapus
  4. Jujur baca ini bikin aku merasaorang paling beruntung seketika teringat suasana hari raya, setiap hari raya aku selalu ngumpul sama orng tuaku

    BalasHapus
  5. Selalu ada haru jika berkisah tentang orangtua, ya, Mba. Semoga kita bisa terus berbakti kepada mereka dalam banyak rupa.

    BalasHapus
  6. MasyaAllahu, sedih rasanya jika kita belum bisa berbakti pada Orangtua, ya, mba. Tapi biasanya Orangtua memang ingin mandiri dan tidak ingin menyusahkan anak. Semoga ortu kita selalu dalam penjagaan Allah ya mba. Aamiin

    BalasHapus

3 K dalam Hidup

Bismillahirrahmanirrahim.. Segala puji hanya milik Allah. Dia yang maha atas segala. Memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan k...