https://diarywinrie.com diary winrie: 3 Kekuatan dari dalam diri

Jumat, 29 Juli 2022

3 Kekuatan dari dalam diri

Bissmillah. Uwais hidup dizaman Rasulullah, tetapi Uwais tidak pernah bertemu dengan Rasulullah. Uwais adalah seorang anak yang selalu mengabulkan keinginan Ibunya. Hingga pada suatu hari Ibunya meminta ingin naik haji. Sementara Uwais bingung bagaimana mengabulkan permintaan Ibunya. Karena pada waktu itu jarak tempuh antara tempat tinggal Uwais dengan Mekkah sangat jauh.

Uwais tidak punya kendaraan ataupun unta untuk membawa haji Ibunya. Akhirnya Uwais menggendong Ibunya menuju Mekkah untuk membawa Ibunya berhaji.

Dari kisah Uwais kita belajar bagaimana bakti anak kepada orang tua. Kewajiban berbakti kepada orang tua terdapat dalam surat Al-Luqman ayat 14 :

Artinya :

Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.

Ada 3 golongan yang tidak akan masuk surga dan tidak akan ditemui di surga yaitu :

1. Anak yang durhaka kepada orang tua

2. Laki-laki yang menyerupai perempuan

3. Kepala keluarga yang membiarkan kejelekan/keburukan terjadi dalam keluarganya.

Tentunya kita tidak ingin menjadi anak durhaka dan anak kitapun tidak kita inginkan menjadi anak durhaka. Pengalaman mendidik anak dengan lika-liku dan tidak mudah.

Sering kali kita terlihat memaksa anak-anak seuai dengan ekpektasi kita. Padahal anak tidak menyukai apa-apa yang sudah kita arahkan atau sarankan. Mendidik anak sebaiknya belajar dari prinsip ini :

Telur pecah oleh kekuatan dari luar
Maka ia tak akan memiliki masa depan
Telur pecah karena kekuatan dari dalam
Maka ia memiliki kehidupan baru dan masa depannya

Belajar dari prinsip telur tersebut untuk melahirkan seekor bayi ayam/bebek siinduk punya cara menghangatkan telur dan punya kekuatan untuk memecahkan telur. Tetapi si induk tetap diam dan tidak memecahkan telur karena apa? Karena kekuatan dari dalam yang memecahkan telur lebih besar manfaatnya daripada kekuatan dari luar. Kekuatan dari dalam akan melahirkan bayi ayam/bebe yang kuat dengan kehidupan kelak

Bagaimana kita menciptakan kekuatan dari dalam atau finding inner strenght pada diri seseorang dan diri kita adalah dengan langkah- langkah berikut :

1. Kenali diri sendiri

Dengan mengenali diri sendiri maka kita akan mengenal Rabb kita. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Man arafa nafsahu faqad arafa Rabbahu,”.

Yang artinya:

“Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.”

Sekarang kalau boleh bertanya sejauh mana kita sudah mengenal diri kita sendiri? Bahkan mungkin ketika kita diminta untuk menceritakan diri sendiri. Kita bingung mau menceritakan apa. Karena memang kita tidak mengenal diri kita sendiri. Beberapa cara agar kita mengenal diri kita sendiri :

a. Introspeksi diri

Mengintrospeksi diri bagi seorang muslim itu sangat penting. Mengingat dosa-dosa di masa lalu dan melakukan perbaikan untuk diri. Yakinlah jika kita rajin memperbaiki diri maka kita akan semakin paham apa maunya diri ini dan apa yang sudah kita lakukan selama ini.

b. Mengenal diri zahir

Mengenal diri secara zahir artinya fisik yang ada merupakan anugerah terindah dari Allah. Kita bisa melihat, bernafas, mendengar, berjalan dan lain-lain. Itu semua nikmat yang bahkan tidak kita minta tetapi Allah berikan secara cuma-cuma.

c. Menegenal batin

Di dalam diri seseorang ada ruh yang mesti kita kenal juga. Hati atau kalbu yang dimaksud disini adalah hal yang gaib yang memiliki sifat kebaikan dan keburukan di dalamnya dan bergantung pada keimanan kita. Rasul bersabda,



…اَلاَوَاِنَّ فِى الْجَسَدِ مُدْغَةً اِذَاصَلُحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَاِذَافَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ آلآوَهِيَ الْقَلْبُ

Artinya :
“Ingatlah bahwa di dalam tubuh itu ada segumpal darah, bila ia telah baik maka baiklah sekalian badan.Dan bila ia rusak, maka rusaklah sekalian badan. Dan bila ia rusak maka binasalah sekalian badan, itulah yang dikatakan hati”.

d. Mengingat tujuan penciptaan diri.

Proses mengenal diri sendiri dilakukan sepanjang hidup. Kita pahami dulu diri kita ini punya kepribadian seperti apa. Setelah mengetaui itu maka akan lebih mudah mengelola emosi. Selanjutkan kenali kepribadian anak-anak dan pasangan kita.

Biasanya untuk mengetahui kepribadian seseorang bisa dengan melakukan tes stifin.

2. Bersyukur

Meningkatkan kekuatan dari dalam diri adalah dengan perbanyak bersyukur. Ada banyak hal yang perlu kita syukuri setiap hari dan setiap pagi. Maka sering berucap alhamdulillah untuk segala sesuatu yang sudah ada.

Bersyukur bisan menambah nikmat dan menjadi memahami apa kelebihan dan kekurangan dalam diri sendiri dan orang lain.

Kita menyadari tidak ada sesuatu yang sempurna kecuali Allah.

Energi syukur ini luar biasa dapat membangkitkan semangat yang telah pudar. Bersyukur untuk setiap keadaan.

3. Bersabar

Yang terakhir adalah dengan bersabar. Mencintai tanpa syarat dan sabar tanpa batas. Bersabar merupakan obat jika segala sesuatu terjadi diluar kendali kita. Tidak perlu melawan keadaan cukup ikuti dan bersabar. Yakin allah akan memberikan yang terbaik.

Tiga kekuatan dari dalam diri  yang perlu kita punya dan praktekkan untuk meningkatkan kekuatan kita. Menjadi kuat bukan berarti kita hebat. Tetapi kekuatan yang lahir dari dalam diri kita sendiri itu jauh lebih berharga daripada kekuatan yang hadir dari luar diri kita. 
Sesuatu yang lahir dari dalam diri akan membuat kita lebih siap dalam menjalani kehidupan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

3 K dalam Hidup

Bismillahirrahmanirrahim.. Segala puji hanya milik Allah. Dia yang maha atas segala. Memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan k...