https://diarywinrie.com diary winrie: The Big why, Iam Choice Blog

Jumat, 03 Juni 2022

The Big why, Iam Choice Blog

Big why


Bismillahirramanirrahim, ini tugas ke dua kelas blogspedia dengan coach Marita Ningtyas. Tugas yang semestinya saya kumpulkan lebih awal. Tetapi apa daya, selain sebagai ibu rumah tangga, saya juga sebagai ASN yang setengah hari sudah saya habiskan di RS, sore sudan sibuk dengan urusan domestik rumah tangga. Dan qodarullah minggu ini semua kejar tayang dan deadline.

It's oke banget ketika coach minta menulis artikle tentang alasan mengapa menulis blog dan manajemen waktu.

Ini penting banget, menata niat dari awal.

7 alasan saya mengapa saya menulis blog :

1. Niat lillahi taa'la

Menulis, bekerja, melayani anak-anak dan suami insyaAllah semua saya niatkan karena Allah. Segala sesuatu yang saya kerjakan berawal dari niat yang ikhlas, tulus, murni dan luas mengharap ridho dan kasih sayangNya.

Niat ini adalah sesuatu yang perlu dijaga dan dirawat dari awal dan pertengahan proses ngeblog dan jangan sampai salah niat, tetap just focus on Allah.

2. Menyalurkan 20.000 kata perhari

Saya terlahir sebagai perempuan yang bisa dikatakan cerewet sehingga dalam satu hari saya mesti banyak menyampaikan kata-kata. Kadang kata-kata tersebut mungkin tidak penting dan tidak bermanfaat untuk orang lain bahkan sakin banyak bicara tanpa sadar bisa membuat orang lain tersinggung.

Meski tidak bermaksud untuk itu. Nah dengan menulis di blog tempat saya menyalurkan kata-kata saya sudah punya wadah sehingga saya tidak perlu banyak bicara dengan orang-orang karena takut dosa menyakiti orang lain dan juga dosa ghibah dekat banget kalo mak mak sudah ngumpul.

Setidaknya menulis di blog kebiasaan bicara 20.000 kata perhari bisa dicurahkan di blog, bisa ditulis lalu dibaca lagi. Sekiranya tidak baik disampaikan akan di edit dan di hapus jika perlu. Sehingga kata kata yang tertulis di blog lebih rapi, tertata dan bermanfaat untuk pembaca.

Karena apa-apa yang keluar dari lisan dan tulisan kita pasti Allah mintai pertanggung jawabannya kelak di Akhirat. Selain itu dalam sebuah hadits HR Muslim No 222 di sampaikan bahwa :

"Berkatalah yang baik jika tidak maka diamlah. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya dia berkata baik atau diam ”

3. Mengikat Ilmu dengan tulisan

Saya tipe ibu pembelajar banget. Setiap hari saya haus dengan ilmu. Ilmu yang saya dapatkan, insyaAllah saya praktekkan dalam kehidupan sehari hari saya. Tetapi kalo saya tidak menulisnya dalam sebuah catatan. Ilmu-ilmu tersebut bisa hilang dan kadang bingung mau nyari dimana. Rasanya di ujung - ujung lidah.

Jadi harapan saya dengan ngeblog ini ilmu yang saya dapatkan dari seminar, pelatihan, workshop, zoom, ceramah, kelas wa, pengajian rutin
Healing

mingguan, belajar tahsin, parenting dan lain-lain bisa saya tulis di blog selain bisa saya baca kembali dan mudah mencarinya. Ilmu dan tulisan ini bisa bermanfaat untuk orang lain dan sebagai pengingat saya dalam memperbaiki diri.
 

4. Berbagi dan bermanfaat

Saat ini tulisan di blog masih gado-gado karena saya belum menemukan tema yang pas dan cocok banget dengan diri saya. Niatnya apapun tulisan saya nanti tidak terlepas akan membahas kebesaran Allah, mengajak untuk kembali kepadaNYA dan berbuat kebaikan lebih banyak lagi.

Meski saya sadar penuh, diri ini pun belum baik dan masih banyak salah dan khilafnya. Mudah-mudahan tulisan saya nanti tidak hanya menjadi pengingat pembaca tetapi lebih mengingatkan saya sebagai penulis.

5. Hoby yang menyenangkan

Dari kecil saya suka menulis dan ketika ada masalah pun saya akan menulisnya dalam sebuah diary. Menulis bisa meringankan beban dan menumpahkan segala rasa pada sebuah tulisan rasanya amazing banget.

Apalagi setelah bertahun-tahun di baca kembali. Ada sebuah kebahagiaan dan kepuasan tersendiri. Oh Rabb..ternyata dulu saya pernah di fase ini, dan alhamdulillah terimakasih Allah sudah membuat ku sampai dititik saat ini setelah melewati fase fase kehidupan yang begitu indah.

Meski dulu terasa begitu sakit. Tetapi hari ini menjadi hal yang saya syukuri. Terimakasih wahai diri, yang telah berjuang sejauh ini. Jadi tulisan benar benar menjadi self healing bagi saya.

6. Belajar dan mengajar

Selain menulis saya juga suka berbicara di depan teman-teman untuk memotivasi dan mengajak dalam kebaikan. Jadi slogan ini belajar dan mengajar rasanya tidak pernah lepas dari fase kehidupan saya. Terus berulanh dan berulang belajar dan mengajar. Meski tidak didengarkan atau kadang mendapat candaan yang sedikit keras, "sok-sokan". Sok pintar, sok suci, sok hebat, sok mampu dan seterusnya.

Saya mah dah biasa di anggap orang seperti itu. Tetapi jangan sampai anggapan itu dari saya karena ilmu itu tidak akan mendekat pada orang-orang yang sombong. Semoga allah jaga dari keburukan kesombongan dan allah karuniakan sifat tawadhu kepada al fakir ini.

Bukankah iblis saja diusir dari syurga karena kesombongan. Astaghfirullah semoga Allah jauhkan dari kita semua.

7. Personal branding

Semoga dengan tulisan-tulisan saya, bisa mewakili rasa yang ada dalam hati ini. Menulis dengan konsisten dengan tema-tema yang insyaallah nanti sesuai passion saya. Sehingga suatu saat saya punya label tersendiri di mata sahabat dan pembaca.

Untuk alasan ke tujuh ini, saya takut menulisnya coach karena takut ada harap selain kepada Allah yaitu harapan kepada manusia.

Sungguh saya takut terluka dan kecewa jika suatu saat ini tidak saya dapatkan dari negblog.

Ah sudahlah, saya kembali saja semoga tulisan ini nantik akan menjadi saksi untuk apa waktu yang saya habiskan di dunia ini dan bisa menjadi pahala jariyah saya ketika diri sudah tiada.


Baik itulah 7 alasan mengapa saya menulis di blog.Manfaat-Menulis-di-Blog 
Selanjutnya saya akan membahas manajemen waktu.  

Bicara masalah manajemen artinya bicara tentang bagaimana mengatur waktu kita dalam memblog. Sebagai ibu yang bekerja tentu tidak mudah membagi waktu untuk memblog, tetapi saya yakin kalo sesuatu itu prioritas maka akan selalu ada waktu untuk mengerjakannya.

Sedikit trik saya dalam manajemen waktu untuk ngeblog adalah sebagai berikut :

1. Buat to do list

Buat dari hal yang prioritas atau deadline. Cuma ingat mak mak yang paling prioritas menurut saya adalah kebutuhan keluarga. Siapkna semua kebutuhan anak-anak dan suami misalnya masalah masak, pakaian, kebersihan rumah dan lain-lain. Setelah ini beres baru masalah pekerjaan karena saya jiga ada beban sebagai ASN, list lagi menurut prioritas baru yang ke tiga tugas dalam proses belajar saya. Buat juga list sesuai deadline. Dan minta ditemani sama Allah agar bisa menyelesaikan semua to do list hari itu.

2. Meluangkan waktu 1 sd 2 jam untuk menulis, biasanya saya lakukan sepulang kerja atau malam setelah anak-anak tidur. Kadang ga nentu juga kalo habis subuh dapat inspirasi nulis maka saya akan nulis. Tetapi untuk waktu rutin yang saya siapkan biasanya saya kurangi jam istirahat siang dan malam.

3. Setiap hari saya punya jadwal kegiatan yang akan saya lakukan mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Semua kegiatan sudah di bagi waktunya sesuai kebutuhan dan kebiasaan saya. Biasanya untuk menulis saya butuh waktu 1 jam ini fokus menulis, kalo lagi asyik bisa lebih sesuai kondisi.

Baiklah ini jurnal saya tentang alasan kenapa memblog dan manajemen waktu. Semua bisa asal ada niat dan kemauan. Jangan pernah takut untuk mulai belajar. Belajar apapun demi perbaikan diri (WS).

https://diarywinrie.blogspot.com

 

13 komentar:

  1. Point "takut berharap kecuali hanya kepada Allah" nancep sekali mbak. Mungkin inilah mengapa kita harus mengenal apa saja alasan utama ngeblog. Agar terarah. Trimakasih juga tips manajemen waktunya. Sangat menginspirasi saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama mba... Semoga bermanfaat 🙏

      Hapus
  2. Wah mb alasan ngeblog ny mulia sekali...pst akan banyak ilmu bermanfaat ini yg bs d baca2 d blogny,jd tertarik...sll ya mb unt emak2 manajemen waktu prioritas pertama unt anak&suami👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mba terimakasih semoga kita emak emak punya waktu untuk berkarya juga selain mengurus anak dan suami. Semangat

      Hapus
  3. "Berkatalah yang baik jika tidak maka diamlah..."
    MasyaAllah, tulisan Mbak Wince jadi reminder buat saya yang masih newbie dan belum jago nulis. Alasan ngeblog yang mulia. Semoga Allah istiqomahkan Mbak Wince dalam berbagi kebaikan melalui tulisan...

    BalasHapus
  4. Aamiiin doa yang sama untuk mba ufie.. Semoga semakin allah ridhoi ikhtiar kita aamiin

    BalasHapus
  5. Pas banget seperti materi yang saya dapat dari kelas Kak Flo, ODOP, kemarin malam nih. Membuat saya kembali bertanya 'sebetulnya apasih the big why' saya rela menyempatkan waktu untuk menulis di tengah aktivitas harian. Terima kasih Ka sudah mau sharing the big why-nya
    membuat saya harus segera memikirkan kembali the big why saya.

    BalasHapus
  6. Salam kenal Mbak, begitu banyak manfaat yang bs kita ambil dari ngeblog ya mbak, membuat saya lebih semangat lagi ngeblogg, terima kasih inspirasi nya mbak, membawa vibes positif di diri saya.

    BalasHapus
  7. Masyaa allah. Semoga Allah mudahkan mba menuliskan kalimat yang baik dalam setiap post yang mbak bagikan. Niatnya lillahi ta'ala ya mba.. Semuanya kembali pada Allah. Keren mbak!

    BalasHapus
  8. kebanyakan orang yang suka menulis awalnya suka bikin diary atau jurnal harian ya, saya juga gitu mbak. terima kasih sudah membagikan trik-trik bat manajemen waktu mbak

    BalasHapus
  9. Nice reading mba Wince, intinya ada jafwal yang kelas ya mba untuk mmanagement waktunya, oke👌

    BalasHapus
  10. Masya Allah,Tulisan mbk wince jadi reminder buatku. Terkadang suka lupa bahwa apa yang kita tulis akan selalu ada pertanggung jawabannya. Sangat menginspirasi dan pentingnya meluruskan niat karena Allah.Swt🥺

    BalasHapus
  11. Setuju, mbak..
    Ilmu yang didapatkan kalau tidak disalurkan lewat tulisan rasanya akan menguap begitu saja, besoknya pasti ada yang terlupa. Makasih mba sudah mengingatkan saya

    BalasHapus

3 K dalam Hidup

Bismillahirrahmanirrahim.. Segala puji hanya milik Allah. Dia yang maha atas segala. Memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan k...