https://diarywinrie.com diary winrie: The Big Why And How To Do It

Sabtu, 04 Juni 2022

The Big Why And How To Do It

Bismillahirrahmanirrahim. Mengutip materi dikelas ODOP dengan coach Florensia, P.

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian

          Pramoedya Ananta toer

Pepatah pembuka saja sudah begitu menggugah jiwa dan raga. Menguatkan tekad dan semangat untuk terus belajar menulis. Alasan mengapa menulis ini sangat penting untuk pemula bagi saya, karena kalau tidak jelas tujuan, target dan harapannya apa. Bisa-bisa kegiatan menulis dijadikan untuk mengisi kekosongan waktu. Syukur-syukur ada waktu kosong kalau ga. Yaaa tulisannya bakal ditinggalin aja ga terawat deh.

Sebelum menulis ada beberapa hal yang harus kita siapkan terlebih dahulu karena ini akan menjadi power bank ketika kita bosan ataupun jenuh menulis. Apa itu menurut saya,adal 5 alasan menulis 

1. Niat lillahitaala

Segala sesuatu yang saya kerjakan berawal dari niat yang ikhlas, tulus, murni dan luas mengharap ridho dan kasih sayangNya.

Apapun yang kita niatkan sebagai ibadah dan mengharap pandangan Allah semata bukan yang lain . insyaAllah allah bimbing dan temani semua poses perjuangan kita.

 Niat ini adalah sesuatu yang perlu dijaga dan dirawat dari awal dan pertengahan proses ngeblog dan jangan sampai salah niat, tetap just focus on Allah

 2. Bahagia menulis sebagai healing

Dari kecil saya suka menulis dan ketika ada masalah pun saya akan menulisnya dalam sebuah diary. Menulis bisa meringankan beban dan menumpahkan segala rasa pada sebuah tulisan rasanya amazing banget.

Intinya senang dan bahagia banget kalau sudah menulis.

Apalagi setelah bertahun-tahun tulisan nya di baca kembali. Ada sebuah kebahagiaan dan kepuasan tersendiri. Oh Rabb..ternyata dulu saya pernah di fase ini, dan alhamdulillah terimakasih Allah sudah membuat ku sampai dititik  ini setelah melewati fase fase kehidupan yang begitu indah.

Meski dulu terasa begitu sakit. Tetapi hari ini menjadi hal yang saya syukuri. Terimakasih wahai diri, yang telah berjuang sejauh ini. Jadi tulisan benar benar menjadi self healing bagi saya.

 3.   Mengikat ilmu

Saya tipe ibu pembelajar. Setiap hari saya haus dengan ilmu. Ilmu yang saya dapatkan, insyaAllah saya praktekkan dalam kehidupan sehari hari. Tetapi kalo saya tidak menulisnya dalam sebuah catatan. Ilmu-ilmu tersebut bisa hilang dan kadang bingung mau nyari dimana. Rasanya di ujung - ujung lidah.

Jadi harapan saya dengan ngeblog ini ilmu yang saya dapatkan dari seminar, pelatihan, workshop, zoom, ceramah, kelas wa, pengajian rutin mingguan, belajar tahsin, parenting dan lain-lain bisa saya tulis di blog selain bisa saya baca kembali dan mudah mencarinya. Ilmu dan tulisan ini bisa bermanfaat untuk orang lain dan sebagai pengingat saya dalam memperbaiki diri.

 4.      Merdeka belajar sebagai kesempatan mengembangkan diri

Menulis sebagai cara saya menemukan passion saya. Kesempatan untuk mengembangkan diri dengan belajar menulis. Menulis juga menjadi wadah untuk investasi otak kita menunda kepikunan dan melatih kita untuk lebih banyak membaca.

5. Membagikan ilmu yang bermanfaat

Saat ini tulisan di blog masih gado-gado karena saya belum menemukan tema yang pas   dan cocok banget dengan diri saya. Niatnya apapun tulisan saya nanti tidak terlepas akan membahas kebesaran Allah, mengajak  untuk kembali kepadaNYA dan berbuat kebaikan lebih banyak lagi.

Meski saya sadar penuh, diri ini pun belum baik dan masih banyak salah dan khilafnya. Mudah-mudahan tulisan saya nanti tidak hanya menjadi pengingat pembaca tetapi lebih mengingatkan saya sebagai penulis.

Sekarang bagaimana mewujudkan semua ini. Ada 3 trik yang saya siapkan :

1.    Ngobrol dengan pasangan

Ridho suami adalah hal pertama yang saya butuhkan ketika memulai sesuatu. Alhamdulillah sejauh ini pak suami bisa menerima waktu saya akan lebih banyak di depan lap top. Pak suami juga sangat bersedia jika dimintai pendapat tentang tulisan saya, kadang tentang ide-ide tulisan yang akan ditulis.

2. Ngobrol dengan anak-anak

Minta pendapat anak tentang kesibukan baru mama, apakah mereka mengizinkan dan memberikan waktu untuk mama. Jika tidak mama akan mempertimbangkan lagi untuk melajutkan sebuah kelas ataupun tawaran menulis. Saya hanya ingin menjalanin ini semua dengan bahagia.

3.  Manajemen waktu

Meluangkan 1-2 jam sehari waktu untuk menulis blog. Tanpa mengeyampingkan urusan domestik rumah tangga.

Sekian dulu sahabatku, ini tulisan kedua saya tentang big why lebih singkat dan tidak mengurangi arti dari tulisan sebelumnya dibig why iam choice a blog (WS).


3 komentar:

  1. big why itu penting untuk seseorang ya, termasuk big why menulis harus digali diawal ya kak, agar seterusnya tidak mager atau berdalih apapun jika ada kendala

    BalasHapus
  2. Aku suka di akhir tulisan Kakak selalu ditutup dengan trik yang bermanfaat. Seperti kali ini 3 trik menulis, sepakat banget kalau dengan ngobrol pun kita bisa dapat ilmu. Untuk manajemen waktu, aku sarankan bikin planner kegiatan harian yang selama ini cukup berguna sebagai to do list sehari-hari.

    BalasHapus
  3. Ternyata benar, usia enggak jadi patokan seseorang menggiat ilmu. Nyatanya banyak anak muda yang justru lalai akan ilmu, hihi. Menulis memang jadi sasaran empuk untuk menggaet ilmu yang bisa jadi hal baik untuk diri kita sendiri ya, Kak.

    BalasHapus

3 K dalam Hidup

Bismillahirrahmanirrahim.. Segala puji hanya milik Allah. Dia yang maha atas segala. Memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan k...