https://diarywinrie.com diary winrie: Mengapa lelah menyapa?

Minggu, 26 Juni 2022

Mengapa lelah menyapa?

Bismillahirrahmanirrahim. Sore menjelang malam Camamud Kriya. Gimana weekend nya. Bahagia pastinya ya. Jangan sampai membiarkan lelah menyapa karena sakin sibuknya dan lupa bahagia.

Alhamdulillah kalau masih bisa berkumpul dengan keluarga menghabiskan liburan bersama. Itu juga menjadi hal kecil yang mesti kita syukuri.

Sesuatu akan berharga ketika kita kehilangan. Kehilangan waktu bersama adalah sesuatu yang berharga dan tak ternilai harganya.

MasyaAllah hari ini saya merasakan itu. Rasanya dikejar-kejar waktu.
Ketika lelah

Pekerjaan seolah tiada henti-hentinya. Berusaha semaksimal mungkin memberikan versi terbaik dari diri.

Menjadi totalitas dalam segala bidang memang menjadi impian setiap orang.

Tetapi mengapa kadang lelah menyapa. Mau menyerah, mengalah dengan keadaan.

Melepaskan semua peran seolah sedang berputus asa dalam menghadapi hidup.

Semua itu bisa terjadi bahkan sudah terjadi mungkin tanpa kita sadari. Karena kita sering melupakan tujuan kita.

Sedih rasanya ingat untuk apa kita di sini? Untuk apa kita mengerjakan ini? Dan untuk apa kita menyanggupi ini?

Alasan yang tidak kuat dan tepat sering membuat kita lelah di tengah perjalanan. Allahuakbar. Sungguh hamba mewakafkan diri untuk berjuang di jalan MU. Terserah di mana tempatnya, terserah gimana caranya dan terserah apapun bentuknya diri ini.

Hamba ridho ya Allah. Asal engkau juga ridho dengan apa-apa yang hamba kerjakan.

Satu hal yang diri ini yakini ketika tak punya tenaga dan semangat untuk bertahan.Maka menerima setiap keadaan adalah pilihan terbaik. Kemudian berpasrah kepada NYA.

Gimana baiknya aja ya Allah. Hamba manut.

Saat sampai di fase ini, lihatlah bagaimana semesta bekerja dengan caranya sendiri.

Menjadikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin dalam waktu sekejap mata.

Apa yang susah bagi NYA, semua Allah miliki.

Teruslah berusaha dan melakukan yang terbaik. Biarkan hasil bekerja dengan caranya sendiri.

Alhamdulillah, ini cerita saya Camamud. Beberapa tips ketika lelah atau jenuh menjalani peran dalam kehidupan ini :
Menerima dan berpasrah

1. Menerima semua adalah yang terbaik dari Allah

Allah maha sayang kepada hamba NYA dan tidak pernah membeda-bedakan hambaNYA kecuali degan iman dan taqwa.

2. Berpasrah kepada NYA

Dia Rabb yang maha tahu kebutuhan kita, jangan maksa dan nuntut merasa bisa ngatur semua sesuai mau kita. Tetapi serahkan. Disini akan hadir ketenangan.

3.Ingat tujuan hidup

Kita hidup hanya untuk beribadah kepada Allah. Apapun peran, pekerjaan dan usaha kita jadikanlah sebagai wasilah untuk memantaskan diri menjadi sebenar-benar hamba.

4.Ingat semua hanya titipan

Harta, keluarga, pekerjaan, usaha atau bisnis semua titipan Allah. Namamya titipan kapan saja bisa diminta. Ingat meski ga diminta di dunia, di Akhirat pasti akan kita pertanggungjawabkan.

5. Ingat kita lagi caper sama  Allah

Maka apapun yang kita lakukan cukup untuk mencari perhatiannya Allah. Bukan perhatian manusia.

Sedetik pandangan Allah kepada kita, lebih bermakna dari pada sejuta pandangan manusia dalam bentuk pujian.
Caper sesama manusia

Baik sekian dulu tulisan malam ini

Semoga bermanfaat mengapa lelah menyapa ?Ingat tujuan kita apa? Redesign hidup kita jika memang salah tujuan. InsyaAlllah Allah akan membukakan pintu untuk kesulitan dan kelelahan kita. Jaga husnudzon kepada Allah semua pastilah yang terbaik dari Allah.

4 komentar:

  1. Setuju banget, mbaa, Kya lagi curhat, mba, gegara challenge ini ya. Ku pun mulai merasakan lelah...😁

    BalasHapus
  2. Semua milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Bahkan apa yang kita rasakan adalah dari dan milik Allah. Jadi, kita hanya pantas meminta dan berpasrah diri kepada Allah تعالا.

    BalasHapus
  3. Poin pertama, menerima. Benar mba, saya setuju, penerimaan kita terhadap sesuatu hal akan jauh lebih membuat keadaan membaik.

    BalasHapus
  4. Hihi suka bgt sama tips terakhir. Memang kadang kita suka lebih caper sm manusia ya. Padahal kalau caper sm Alloh bakal lebih bahagia hidupnya

    BalasHapus

3 K dalam Hidup

Bismillahirrahmanirrahim.. Segala puji hanya milik Allah. Dia yang maha atas segala. Memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan k...