https://diarywinrie.com diary winrie: karakter moral ibu profesional : i know i can be better

Kamis, 09 Juni 2022

karakter moral ibu profesional : i know i can be better

Bismillahirahmanirrahim. Apa kabar bestie terhebatku? Ibu profesional kebanggaan keluarga. Harapan saya kita semua masih semangat menyelesaikan penjelajahan Samudera Amarta. Menyelesaikan misi demi misi menjadi sebuah tantangan menyelam yang menyenangkan. Misi Ke-Enam tentang karakter moral ibu profesional. Ada lima karakter moral ibu profesional yaitu :

  1.  Never stop running, the mission alive
  2. Dont teach me, i love to learn
  3. I know i can be better
  4.  Always on time
  5. Sharing is caring

Lima karakter ibu profesional ini, sebenarnya sudah ada dalam diri kita. Tetapi selama ini mungkin kita kurang mengoptimalkan karakter ini dalam menjalankan peran kita sebagai ibu dan istri.

Lupa mengevaluasi karakter moral yang mana yang belum kita asah dan latih dengan baik. Kebanyakan dari kita kadang sibuk memikirkan kekurangan diri, melupakan bahwa kita juga punya kelebihan yang semestinya kita kembangkan.

Mengetahui lima karakter moral ibu profesional membuat saya lebih semangat lagi untuk menggali potensi yang sudah allah berikan kepada diri ini. Rasanya akan terbuang sia-sia jika kita berhenti menggali dan mengenali diri kita sendiri.

Man arafa nafsahu arafa rabbahu.

ُمَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّه

“Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya”

Jadi sebelum kita mengenal tuhan kenali diri kita terlebih dahulu semakin kita kenal dengan diri sendiri maka kita pun akan semakin dekat dengan Allah. Semakin kita kenal diri kita, maka kita akan tahu kekurangan dan kelebihan kita.

Sehingga akan mudah memperbaiki kalau kita sudah menyadari dan mengenal diri kita sendiri.

Kelima karakter moral ibu profesional, sudah Allah bekali  di setiap ciptaan-Nya tinggal bagaimana kita menumbuhkan karakter moral tersebut pada media yang tepat, memupuk dan memeliharanya sehingga bisa tumbuh baik dan mempunyai nilai jual tersendiri nantinya. Membuat sebuah perubahan dengan sendirinya  tanpa kita sadari.  Perubahan sebuah karakter yang baik tidak bisa kita ajarkan melainkan kita tularkan. Semua berawal dari diri sendiri.

Menyelesaikan misi Ke-Enam ini saya memilih karakter moral  i know i can be better. Ini sangat berhubungan dengan peta belajar saya, saya ingin menjadi ibu yang bisa mengelola emosi pada anak. Dari selasa kemarin saya melatih untuk lebih banyak sabar dan mengelola emosi kalau sedang marah dan kesal pada anak-anak. Saya belajar mengkomunikasikan kemarahan dan kekesalan saya dengan ngobrol bareng dengan anak-anak.

Ngobrol bareng tidak saya lakukan ketika sedang emosi. Saat emosi saya diam, menahan untuk tidak mengeluarkan kata-kata kasar, istigfar dan minum air putih. Ketika emosi sudah berkurang, saya mulai mengajak mereka bicara. Menjelaskan alasan kenapa saya marah dengan bahasa yang mudah dimengerti. Berusaha mensejajarkan diri dengan mereka saat berbicara. Alhamdulillah suara dan nada tinggi saya sudah mulai turun selama dua hari ini.

Belajar untuk tidak membuat anak-anak merasa serba salah. Jika kesal saya mengalihkan perhatian saya ke kegiatan lain atau menghindar dulu.

Jika marah tidak terkontrol saya berwudhu dan dalam hati mendoakan mereka. Semoga allah lembutkan hati anak-anak hamba, bisa menerima apa yang saya jelaskan.

Masyaallah ini cukup efektif sebagai proses awal belajar mengelola emosi. Saya sudah mulai mengenali jenis emosi yang hadir, marah, kesal, takut, sedih, tidak suka, dan bahagia. Kemudian penyebab emosi ini hadir. Menurut pengalaman saya emosi marah dan kesal hadir ketika :

  • Rumah berantakan oleh anak-anak
  • Pekerjaan rumah dan kantor banyak
  • Suami tidak mau membantu menyelesaikan pekerjaan rumah
  • Tugas sekolah anak yang belum clear
  • Anak-anak main pasir/kotoran
  • Suami atau anak tidak sholat tepat waktu
  • Anak-anak bicara keras atau melawan
  • Anak-anak tidak mau mandi

Setelah tahu penyebabnya saya belajar menerima semua emosi yang ada kemudian melakukan self talk dengan pertanyaan mengapa ?

“Mengapa saya marah ? karena rumah berantakan?.

Mengapa rumah berantakan? Karena anak-anak habis bermain di rumah dengan teman-temannya.

Mengapa main di rumah ? karena saya tidak membolehkan keluar main kotoran atau pasir.

Mengapa tidak boleh main kotoran ? Karena susah membersihkannya.”

Pertanyaan mengapa terus saya tanyakan kepada diri saya, sehingga saya menemukan jawaban yang pas dan bisa membuat saya tidak marah lagi.

Menemukan kata-kata alhamdulillah anak-anak hanya memberantakin rumah tetapi tidak main keluar di saat cuaca panas. Kalau mereka main di luar takut demam dan main kotor-kotoran.

Mengkomunikasikan dengan anak-anak secara baik-baik apa keinginan dan harapan saya kepada mereka.

Biasanya cara saya berkomunikasi adalah dengan mengajak mereka main bareng terlebih dahulu, baru saya masuk sedikit-sedikit tentang alasan kemarahan saya. Kadang-kadang saya ngobrol dengan mereka sebelum mereka tidur.

Karakter moral ke tiga ini i know i can be better, insyaallah akan saya latih dan praktekkan setiap hari. Menjalankan peran sebagai ibu dan istri adalah impian setiap perempuan di dunia ini.

Bentuk rasa syukur saya atas segala nikmat yang allah berikan kepada saya sebagai ibu dan istri adalah belajar memperbaiki diri dari hari ke hari. Mempersembahkan versi terbaik saya di setiap peran yang saya lakoni.

Latihannya dengan mengelola emosi dengan cara :

1.     Mengenali jenis emosi yang hadir

2.     Self talk mengapa emosi itu hadir

3.     Menerima emosi

4.     Mengkomunikasi emosi dengan bijak

5.     Mengajak anak-anak ngobrol bareng

6.     Mengajak anak-anak main bareng sebelum berkomunikasi

7.     Membuat jurnal syukur tentang anak dan suami setiap hari 

Sekian dulu tulisan saya tentang misi ke-enam ini. Semoga bermanfaat dan selamat berpraktek. Ilmu tanpa praktek itu mustahil akan membuat perubahan pada diri kita. Indikator perubahan diri itu tidak bisa kita tentukan sendiri tetapi dirasakan oleh orang-orang disekitar kita, selamat berproses. i know i can be better (WS). 




7 komentar:

  1. Lengkap dan jelas sekali isi blog nya kak..

    BalasHapus
  2. tuntas, sudah masuk pula ke.sharing is caring iniii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga juga mba.. Masih belajar sharing tipis tipis

      Hapus
  3. Wahh ini sebenernya bisa diterapkan dalam segalam aspek emosi, enggan cuma mengatasi emosi terhadap anak, tetapi bisa terhadap orang lain. Mantap Kak Win, ini sangat membantu aku yang masih butuh mengelola emosi.

    BalasHapus
  4. setuju banget sama poin Sharing is caring :D semoga kita bisa saling memberi dan mendukung ya kak

    BalasHapus

3 K dalam Hidup

Bismillahirrahmanirrahim.. Segala puji hanya milik Allah. Dia yang maha atas segala. Memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan k...