https://diarywinrie.com diary winrie: Jurnal Syukur Ku

Senin, 13 Juni 2022

Jurnal Syukur Ku

Bismillahirahmanirrahim.Menjawab pertanyaan dari Camamud Kriya tentang bagaimana saya membuat jurnal syukur sebagai ikhtiar mengelola emosi pada anak dan pasangan.

Berangkat dari arti jurnal dalam kamus bahasa indonesia adalah catatan harian, surat kabar harian, buku yang dipakai sebagai buku perantara antara buku harian dan buku besar, buku yang dipakai untuk mencatat transaksi berdasarkan urutan waktu atau majalah yang khusus memuat artikle dalam satu bidang tertentu.

Sedangkan menurut Julien Green :

    “Jurnal adalah surat panjang yang ditulis untuk dirinya sendiri dan      yang paling mengejutkan adalah bahwa dia memberikan dirinya         sendiri berita sendiri.”

Kata syukur dalam kamus bahasa indonesia adalah rasa terima kasih kepada Allah, menyatakan lega, senang dan sebagainya.
Jurnal syukur adalah cara lain untuk mengungkapkan rasa syukur atas nikmat Allah yang ditulis dalam sebuah catatan harian. Jurnal syukur sebagai pengingat bahwa Allah maha sayang dan pemurah.

Jurnal syukur di buat sebagai ucapan terima kasih kita kepada Allah yang maha atas segalanya. Karena Allah maha pemberi dan pemurah, apa-apa yang tidak kita minta sekalipun Allah berikan dengan cuma-cuma kepada kita. Dasarnya saja kita kurang bersyukur atas segala nikmat-Nya.

Camamud Kriya, jurnal syukur yang ingin saya bahas adalah bagaimana kita mensyukuri nikmat yang Allah titipkan dalam bentuk pasangan dan anak. Masih teringat jelas Sepuluh tahun lalu, saya pernah menangis dan merintih di setiap malam dalam doa meminta dikaruniakan seorang Anak. Hampir 1,5 tahun berusaha dan berdoa mengharap Allah kabulkan doa-doa kami.

Setiap bulan mengharapkan garis dua, telat satu hari sudah buru-buru mau tespek. Mengingat ini saja sudah meneteskan air mata. Membayangkan betapa tidak berdayanya kami saat itu jika tanpa pertolongan Allah, Allah meniupkan janin pada rahim saya dan itupun dengan lika-liku yang panjang sempat terdiagnosa blighted ovum dan harus dikurate.

Setahun kemudian baru hamil lagi dan terdiagnosa kehamilan ektopik. Allahuakbar, ujian apa lagi ini ya Rabb. Keluar dari poli kebidanan saya menangis dan tidak bisa bicara. Saya langsung minta izin pulang ke rumah karena saat itu saya lagi jaga IGD shift pagi.

Saya menangis sepanjang perjalanan pulang ke rumah, menyampaikan kepada suamipun sudah tidak bisa. Saya hanya menangis tersedu-sedu. Setelah sholat dzuhur saya sudah mulai tenang dan menyampaikan apa yang disampaikan dokter spesialis kandungan tadi. Kami langsung pulang ke tempat orang tuan dan memeriksakan kandungan di sana.

Alhamdulillah qodarullah, saya dikasih kabar angin segar bahwa air sudah ada bakal janin dan itu tempatnya di rahim. Cuma karena umur kehamilan masih beberapa minggu maka saya diminta bedrest total dan dua minggu kemudian USG ulang.

Menghabiskan waktu dua minggu di tempat tidur tanpa boleh banyak beraktivitas berbagai pikiran menghantui. Rasa takut akan keselamatan janin dan diri sendiri. Perasaan cemas tidak bisa mendapatkan anak jika nanti harus dioperasi mengeluarkan janin tersebut.

Setiap malam bermunajat mengharap pertolongan-Nya. Waktu dua minggu berlalu dan alhamdulillah diagnosa kehamilan ektopik pun hilang dengan hasil USG yang baru. Dr. Obgyn menyampaikan kehamilan saya baik-baik saja dan sudah diizinkan untuk kembali ke tempat saya bekerja.

Inilah proses kami mendapatkan anak pertama, memang tiada daya dan upaya kita jika allah berkehendak. Mudah baginya memberikan apa-apa yang kita anggap tidak mungkin dan sulit, menjadi sesuatu yang mungkin dan mudah.

Lanjut ke cerita jurnal syukur saya, belajar dari pengalaman ini. Saya sering menyesal dan kecewa kepada diri sendiri setelah memarahi anak-anak. Ingat perjuangan kami mengharapkan kehadirannya dulu.

Sehingga sekarang saya lebih sering menulis rasa syukur saya atas kehadiran mereka pada sebuah buku catatan. Ini terbukti ampuh untuk menurunkan emosi atau kemarahan saya.

Camamud penasarankan cerita ini sengaja di buat bersambung untuk memenuhi tugas di ODOP.

Semangat, InsyaAllah besok kita lanjutkan yaa..

1 komentar:

  1. Ya Allah, Kak. Segala keinginan emang enggak boleh lepas dari Allah, bahkan ujian dari keinginan yang diberikan sama Allah pun enggak boleh lepas juga untuk meminta pertolongan-Nya. Semoga sehat-sehat, ya, Kak!

    BalasHapus

3 K dalam Hidup

Bismillahirrahmanirrahim.. Segala puji hanya milik Allah. Dia yang maha atas segala. Memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan k...