https://diarywinrie.com diary winrie: Fondasi sholat sepenuh rasa

Minggu, 19 Juni 2022

Fondasi sholat sepenuh rasa

Bismillahirrahmanirrahim. Semangat malam Camamud? Eh kok semangat malam. Ini efek semakin malam semakin semangat ngejar setoran tulisannya di kelas one day one post. Masyaallah semoga selalu terhitung menjadi penambah amalan kebaikan lewat tulisan ya Camamud. Sibuk boleh, krasak-krusuk juga boleh asalkan semua untuk mendekatkan diri kepada Allah. Insyaallah semakin berkah. Aamiin.

Camamud postingan sebelumnya membahas menemukan rasa dalam sholat. Sekarang kita bahas fondasinya seperti apa untuk menemukan rasa dalam sholat. Menurut Ustad Muslim Al Fatih yang disampaikan di kelas menemukan rasa dalam sholat.  Ada 3 pondasi sholat sepenuh rasa yaitu :

1. Memohon kepada Allah

Sebelum sholat memohonlah kepada Allah agar hati kita fokus dan menikmati sholat.
Bahasa ketika mmohon terserah kita yang penting sampaikan dengan sepenuh hati.
 Ya Allah, Engkau lah yang maha membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati ini agar bisa menimkati sholat yang hamba anggap sebagai rezeki”

2. Sholatlah seakan engkau akan meninggalkan dunia

Anggaplah sholat yang engkau kerjakan saat ini adalah sholat terakhir dalam hidupmu.
Maka akan muncul keingginan mengerjakan sholat khusyuk dan berharap ini adalah sholat terbaik selama hidup di dunia.
Ya Allah, jika ini adalah sholat terakhir hamba maka jadikan sholat ini adalah sholat terbaik yang pernah hamba kerjakan. Jadikanlah sholat ini sebagai persembahan terakhirku yang istimewa dan penuh nikmat”

3. Menyakini Allah memanaggil untuk menyelesaikan hajat dan masalah kita

Sebelum sholat sampaikan dulu kepada Allah apa-apa yang menjadi pikiran kita saat ini.
Ya Allah, Engkau tahu diri ini lagi banyak masalah, masalah hutang yang belum selesai, masalah pekerjaan yang belum beres, masalah anak-anak yang keras hatinya, masalah ...... teruskan sampai semua masalah sudah disampaikan. Lalu hamba titipkan ya Allah masalah-masalah hamba kepadaMu. Engkau maha kuasa, maha segalanya mudah bagi Mu menyelesaikan itu. Engkau maha tahu bahwa hamba sedang tidak baik-baik saja”
Biasanya semakin banyak masalah maka akan semakin mudah menemukan rasa dalam sholat. Tetapi ada tiga hal yang menjadi penghalang hadirnya rasa :

1. Dosa-dosa

Penghalang menemukan rasa adalah banyak dosa. Maka minta ampunlah kepada allah. Istighfar dan bertaubat kepada Allah. Tidak mengulangi lagi kesalahan-kesalahan yang lalu.

2. Ada harapan selain pada Nya

Menuhankan yang lain selain Allah maka minta lah kepada Allah untuk dijagain hatinya hanya berharap kepada Allah.

“Ya Allah, jagain hati ini agar tidak tumbang jika dicaci dan dihina, tetapkanlah pendirian kami untuk tetap berharap kepada Mu.

3. Tidak memiliki ilmu sholat

Penghalang ketiga tidak memiliki ilmu tentang sholat maka berjanjilah ke Allah mau terus belajar tentang sholat.

Selanjutnya usaha menemukan rasa dalam sholat juga harus memahami prinsip sholat sepenuh rasa :

1. Sedang menghadapi siapa?

Ingat kita sholat sedang menghadap siapa. Menghadap sang pemilik kita. Jika menghadap atasan kita saja. Kita berpakaian rapi, sopan, santun, berbicara yang lembut dan takut jika berbuat salah. Fokus saat berbicara dan jika ada yang diinginkan berbicara dengan yakin dan sungguh-sungguh atasan akan mengabulkan keinginan kita. Tetapi mengapa ketika kita menghadap sang pemilik kita yang apa-apa bisa Allah lakukan kepada kita. Kok kita malah malas-malasan, tidak fokus dan tidak yakin Allah kabulkan keinginan kita. Astagfirullah.

Mulai sekarang yuk kita yakini kita sholat sedang berbicara dengan Allah maka sampaikanlah segala sesuatu dengan penuh pengharapan dan keyakinan.

2. Sedang melakukan apa?

Ketika sholat kita semestinya paham sedang melakukan apa dan tujuannya apa?
Level orang sholat ada lima menurut Ibnu Qoyim :

  • Level Pertama, Orang yang berdosa dengan sholatnya.
Seorang muslim sholat namun tidak memberikan haknya, misalnya ada orang sholat karena disuruh, hanya karena tidak enak, mau wudhu atau tidak berwudhu terserah, riya'.

Pada level ini, kita sebagai umat islam harus menghindarinya, apalagi dalam hal riya' karena riya' merupakan syirik kecil yang dibenci oleh Allah dan mendatangkan kemusyrikan yang tidak nyata.

Orang yang riya' seperti halnya sholat maka pada hakikatnya dia sedang tidak beribadah kepada Allah melainkan menunjukkan diri sendiri kepada orang lain.
  • Level Kedua, Sholat tetapi tidak mendapat pahala.
Seseorang melaksanakan sholat dari mulai takbir sampai salam dia kebanyakan berkhayal dalam sholatnya sehingga sholatnya tidak khusu' dan tidak fokus.

Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam hendaknya ketika shalat tidak memikirkan selain bacaan sholat dan khusu' hanya beribadah dan mengingat Allah semata meskipun kadang kita secara tidak sadar ingat hal yang kita lupakan namun disaat kita sedang sholat, misalnya tiba-tiba ingat dimana narok kunci lemari atau lupa jumlah rakaat sholat.

  • Level Ketiga, Sholat dengan sedikit pahala.
Seseorang yang sholat namun kadang berakhayal dalam sholatnya maka tidak lain sholatnya hanyalah sholat semata atau berpahala namun tidak sesuai dengan pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW; ada orang yang sholatnya tidak akan mendapatkan kecuali setengah pahala sholatnya, ada orang yang shalat tidak mendapat pahala kecuali seper sepuluh dari pahala shalatnya.
  • Level Keempat, Sholat mendapat pahala lebih banyak namun masih ada yang hilang.
Seseorang yang mengerjakan sholat, dia berusaha untuk fokus dan khusu' dalam sholatnya namun kadang kala dia masih berkhayal akan sesuatu, maka sholat ini lebih banyak pahala namun masih yang hilang yakni nilai kekhusu'an terhadap Allah SWT. Oleh karena itu, untuk menghindari dari kurangnya pahala, kita sebagai umat Islam alangkah baiknya sholat berjama'ah dari pada sholat sendirian, dan disisi lain kita senantiasa mengerjakan sholat sunnah rawatib untuk menyempurnakan sholat wajib kita.
  • Level Kelima, Orang yang senantiasa fokus dan khusu' dalam sholatnya.
Seseorang yang istimewa dimata Allah SWT karena orang dalam level ini senantiasa dalam setiap gerakannya selalu khusu' hanya mengingat Allah SWT. Sebagaimana salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, Said Al-Khudr yang ketika sholat beliau dipanah oleh musuhnya hingga 10 kali namun dia tetap khusu' akan sholatnya dan tidak merasakan sakitnya anak panah pada tubuh beliau.

Baiklah Camamud sepertinya itu dulu ya yang bisa saya bagikan semoga bermanfaat ya. Jika bingung untuk memulai memperbaiki diri maka mulai lah dengan memperbaiki sholat (WS).

Sumber :
https://www.azid45.web.id/2018/07/inilah-5-level-shalat-menurut-ibnu-qayyim.html
Kelas PPA Privte : Ustad Muslim Al Fatih "Menemuka Rasa Dalam Sholat"









5 komentar:

  1. Heuheu iyaa salat memang harus super fokus, sementara aku orangnya yang gampang banget berkhayal, tapi selalu nyoba buat fokus.

    BalasHapus
  2. semangat mba, saya juga masih proses..

    BalasHapus
  3. Tantangan terbesar itu saat shalat Subuh sih, godaannya luar biasa banyak.

    BalasHapus
  4. Menemukan kekhusyu'an shalat adalah hal yang masih aku upayakan. Semoga Allah mudahkan ya Kak.

    BalasHapus
  5. Tulisannya menambah ilmu buat saya

    BalasHapus

3 K dalam Hidup

Bismillahirrahmanirrahim.. Segala puji hanya milik Allah. Dia yang maha atas segala. Memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan k...