https://diarywinrie.com diary winrie: Bintang Aktif

Jumat, 24 Juni 2022

Bintang Aktif

Pagi tadi tepatnya jam 10.00 WIB undangan untuk pengambilan raport Anak SDIT. Sekolah ini terletak sekitar 23 Km dari Rumah. Sekolah yang bangunannya terdiri dari bangunan semen dan semi permanen. Bangunan kelas ada yang bertingkat dan tidak. Disinilah para bintang aktif dan bersinar memulai proses belajarnya.
Bintang aktif kesayangan mama

Suasana Sekolah 

Pertama masuk area sekolah sebelah kanan adalah ruang kantor, adminitrasi untuk masalah pembayaran sekolah. Sedangkan sebelah kanan Musholla tempat anak-anak beribadah dan biasanya juga digunakan untuk tempat pertemuan wali murid membahas parenting. Disamping Musholla terdapat bangunan semi permanen yang terdiri dari 3 kelas, disamping kelas ini juga berjejer yang begitu rapi dan teduh karena banyak pepohonan di depannya.

Sementara di sebelah kiri setelah kantor tadi terdapat gedung permanen dan bertingkat sepertinya ini untuk anak-anak kelas tinggi. Di sampingnya barulah ada kelas ananda yaitu kelas 3 Asy-Syam 1. Dengan semanagat saya menuju kelas tersebut. tetapi sebelumnya saya harus memilih tempat parkir yang nyaman dan mudah untuk keluar nanti. Karena suasana di parkiran sangat ramai oleh orang tua murid.

Melihat halaman sekolah yang luas rasanya kita dibebaskan mau parkir dimana saja. Ternyata tidak, parkir motor dan mobil sudah diatur dengan rapi oleh petugas sekolah. Alhamdulillahn parkir saya deka dengan kelas Ananda dan mudah untuk keluar nanti karena memang sudah disusun sedemikian rupa.
Mengajar mudah

Kelas 3 Asy- Syam 1  

Sebelum masuk ke kelas, orang tua murid diminta untuk melepaskan alas kaki dan di tarok di rak yang sudah di sediakan. Masyaallah begitu penting kebersihan dan kerapian di sini. Rasanya malu ingin buang sampah sembarangan. Suasanan sekolah pun sejuk dan rindang membuat anak-anak betah belajar.

“Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh” ucap saya dari depan pintu kelas. Di dalam kelas sudah terlihat dua orang Ustadzah yang selama ini membimbing Ananda di Kelas 3 ini. Ustadzah Roza dan Monica menjawab serentak “Walaikumsalam warahmatullahiwabarakatuh” dan ustadzah Roza mempersilahkan saya untuk duduk.

Sambil menunggu antrian saya di panggil, saya diam dan menyimak penyampaian Ustadzah ke wali murid lain. Isinya rata-rata adalah mengingatkan selama libur anak-anak agar tidak diperbolehkan main handphone dan mengingatkan ibadah anak-anak tetap seperti biasa. 

Duduk menunggu bukan sesuatu yang menyenangkan. Saya pun memperhatikan satu persatu isi kelas ini. Bagian depan terdapat papan tulis putih, penghapus dan spidol yang terletak di pinggir papan tulis. Di atas papan tulis terpajang jam dinding berwarna biru. Bagian sebelah kiri terdapat lemari dua pintu tempat penyimpanan arsip-arsip kelas. Didepan lemari terdapat dua meja dan dua kursi yang diduduki Ustadzah Roza dan Monica.


Dinding kelas pun kelihatan penuh dengan karya anak-anak dan tersusun rapi. Karya anak-anak yang ditempel , ada yang berbentuk lukisan, kolase, mozaik dan banyak karya lainnya. Kemudian saya melihat ke langit-langit kelas. Inipun terlihat cantik menurut saya dekorasinya menggunakan kertas yang berwarna warni dan cerah. Ini membangkitkan semangat belajar anak-anak di kelas. Kertas-kertas tersebut dibentangkan dari sudut ke sudut dan ada yang dari sudut ke bagian tengah. Pas dibagian tengah di gantung hiasan bulat seperti bola tetapi sudah digunting dengan pola yang cantik sehingga ketika digantung telihat makin cantik. Setelah saya memperhatikan sesisi kelas saya pun dipanggil.
Kesayangan

Bintang Aktif Kesayangan Mama

“Bunda Hafidh” panggilan Ustadzah Monica untuk saya. Tiba-tiba aliran darah saya menjadi agak kencang dan detak jantung agak kuat. Dalam hati terbisik, “Ya Allah semoga ananda hafidh tidak bermasalah, apapun hasilnya hamba ridho”. Dengan tersenyum saya hampiri Ustadzah Roza dan Monica. Kedua ustadzah ini jauh lebih muda dari saya tetapi saya sangat menghargai dan berterimakasih kepada keduanya. Jika bukan karena jasa mereka yang setiap hari mendidik Ananda dengan segala tingkah lakunya. Entah apa jadinya ananda Hafidh, meskipun sebenarnya ini adalah tanggung jawab kami sebagai orang tua.

Ustadzah Monica mengawali pembicaraan “Bunda, Nilai Hafidh Alhamdulillah bagus tidak ada yang dibawah KKM dan naik ke kelas 4. Cuma ada beberapa pesan untuk Ananda : sering murojaah, hafalan surat pendek. Hadits dan tahsin di rumah. Karena akhir-akhir ini kemampuan hafalannya menurun. Trus jangan lupa ingatkan ibadah dan tidak boleh main hp selama libur.”

Saya pun menjawab “ Insya Allah siap zah, kami akan usahakan membimbing ananda di Rumah dan terimakasih banyak atas bantuan dan bimibingan Ustadzah selama ini”.

“ O ya bunda ini hadiah untuk ananda Hafidh tolong sampaikan sama Hafidh. Alhamdulillah hafidh berhasil menjadi bintang aktif di kelas Asy Syam 1. Hafidh kalau di tanya siapa yang bisa dan siapa yang hafal pasti angkat tangan dan maju duluan, meski kadang belum lancar. Hafidh anaknya berani dan aktif” ucap Ustadzah Roza.

“Masyaallah tabarakallah, terimakasih Ustadzah. Semoga nanti di kelas 4 nanti ga sekedar berani tampil saja tetapi benar-benar sudah hafal dan siap untuk tampil” ucap saya sambiol tersenyum lebar.

Ada rasa bahagia ketika prestasi ananda disampaikan dan ada ketakutan serta kecemasan ketika koreksi tentang ananda di sampaikan. Rasanya bercampur aduk hari ini. Merasa sedih ananda harus berpisah dengan Ustadzah yang sudah satu tahun membing dan kedua Ustadzahnya pun sangat care dan sering meminta saran, pendapat dari kami orang tua wali murid. Ustadzah nya juga baik dan ramah, sayang kepada anak-anak.

Dengan air mata berlinang saya salami dan peluk kedua Ustadzah ini. Terimakasih semoga Allah balas kebaikan Ustadzah dengan kebaikan yang berlipat-lipat. Allah mudahkan urusan Ustadzah dan Allah karuniakan anak-anak yang sholeh dan sholehan. Doa yang terlantun dari dalam hati.

Saya tinggalkan kelas dengan mengucapkan “ Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”. Ustadzah dan wali murid yang masih menunggu di panggil pun menjawab “Walaikum salam warahmatullahiwabarakatuh”.

Pentingnya Karakter dan Kepribadian

Sepanjang jalan yang terpikir dalam otak saya.
Mengajar bagi guru mungkin mudah tetapi mendidik lebih susah. Mendidik anak-anak agar berkarakter yang baik itu tidak segampang membalik telapak tangan. 
Saya dan suami sangat menyadari hal tersebut. Kami tidak pernah menargetkan anak-anak harus menjadi juara kelas. Asal mereka masih bisa mengikuti pelajaran dan tidak tinggal kelas itu sudah cukup bagi kami. Pastinya tidak menjadi juara paling belakang di kelas, meski dari depan juga tidak. Setidaknya ditengah-tengah. Kami hanya menginginkan mereka berkembang, belajar sesuai dengan gaya mereka. Tidak dipaksakan tetapi diingatkan dan tidak dituntut tetapi diarahkan. Banyak memberi contoh bukan memberi perintah. Menanamkan karakter, kepribadian dan nilai-nilai keluarga yang sudah kami anut dan kami sepakati bersamam menjadi sebuah visi dan misi keluarga.
visi misi keluarga

Karena menurut kami setiap anak itu unik dengan bentuk tubuh, tingkah, kecerdasan dan kepribadiannya. Mereka pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan yang berbeda seoerti halnya kesayangan kami kelebihannya adalah menjadi bintang aktif di kelas. Kita tidak bisa memaksa untuk menjadi sama dengan anak yang lain. Juara belum menjamin kesuksesan di  masa depan mereka, meskipun itu adalah harapan setiap orang tua menjadikan anak juara dalam bidang apa saja. Tetapi karakter dan kepribadian yang baik akan melahirkan pemimpin yang berakhlak mulia, jauh dari kata korupsi dan kawan-kawannya.  Insyaallah sukses dunia dan akhirat. aamiin, (WS).











1 komentar:

  1. Maasyaa Allah, aku terharu bacanya. Kutipannya bagus banget, Kak, sampe aku ss, izin, ya, Kakk. Ternyata mengajsr dsn mendidik perihal yang berbeda. Selamat, yaz Hafidh. 👏✨

    BalasHapus

3 K dalam Hidup

Bismillahirrahmanirrahim.. Segala puji hanya milik Allah. Dia yang maha atas segala. Memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan k...