https://diarywinrie.com diary winrie: Aplikasi jurnal syukur ku

Selasa, 14 Juni 2022

Aplikasi jurnal syukur ku

Bismillahirahmanirrahim. Udah sore aja ya Camamud Kriya, ga terasa bukan tidak menghargai waktu. Tetapi rasanya dikejar-kejar waktu itu luar biasa. Janji saya hari ini akan menulis bagaimana aplikasi jurnal syukur dalam kehidupan sehari-hari saya.

Simple banget saya membuat tabel terdiri dari 2 kolom 4 baris. Kolom pertama nomor dan kolom kedua jurnal syukur, untuk baris pertama poin untuk diri sendiri, baris kedua poin untuk suami, baris tiga dan empat poin untuk anak pertama dan kedua. Setiap hari saya isi minimal tiga hal yang saya syukuri pada diri sendiri, pada suami dan anak-anak. Kadang bisa lebih dari tiga.

Jurnal ini saya tulis dan saya baca sebelum tidur dan bangun tidur saya akan ulang membacanya. Sebagai pengingat diri bahwa ada banyak hal yang saya syukuri hari kemaren. Pagi inipun ingin saya awali dengan bersyukur.

Alhamdulillah

Pertanyaan Camamud Kriya menggambarkan bahwa kebiasaan sehari-hari kita sering lupa mensyukuri nikmat kecil dari Allah seperti nafas. Coba bayangkan kalau nikmat nafas kita Allah ambil. Kemaren sewaktu pandemi covid-19 berapa banyak yang Allah ambil nikmat nafasnya. Ada yang memang sampai meninggal dunia dan ada yang dirawat di Rumah Sakit harus bernafas dengan oksigen.

Camamud tahu ga? Berapa biaya oksigen yang harus dikeluarkan/liter/jam/hari. Mengutip dari tulisan Agung Rizqi Maulana estimasi harga jual oksigen Rp. 25.000,- per liter dan nitrogen Rp 9.950,- per liter. Kita bisa menghirup oksigen senilai Rp. 5.500.000,- dan nitrogen sekitar Rp. 86.465.500,-. Bayangkan jika kita harus membayar udara yang kita hirup dalam satu hari senilai Rp. 91.965.500,-. Jumlah yang besar dan fantastis untuk kita habiskan dalam satu hari.

Apakah kita pernah berterimakasih atas nikmat nafas tersebut? Kita sering fokus pada apa-apa yang belum kita miliki sehingga lupa mensyukuri apa-apa yang sudah Allah berikan tanpa kita minta.

Indahnya nikmat baru terasa setelah Allah mencabut nikmat tersebut. Indahnya sehat ketika Allah berikan ujian sakit. Indahnya waktu lapang ketika Allah sibukkan dan berikan waktu sempit dan banyak lagi nikmat lain yang terasa nikmat ketika Allah cabut.

Contoh penerapan jurnal syukur ku (setiap hari ditulis minimal tiga hal yang saya syukuri):

1. Diri sendiri

  • Alhamdulillah masih bernafas
  • Alhamdulillah masih tersenyum
  • Alhamdulillah masih sehat
  • Alhamdulillah pekerjaan selesai

2. Suami : Ngah

  • Alhamdulillah ngah sehat
  • Alhamdulillah ngah selamat sampai di rumah
  • Alhamdulillah ngah mau bantu membereskan rumah hari ini

3. Anak pertama : Hafidh Wikhsan

  • Alhamdulillah abang sehat
  • Alhamdulillah abang berangkat les
  • Alhamdulillah sholat abang full hari ini

4. Anak kedua : M. Hafuza Wikhsan

  • Alhamdulillah adek sehat
  • Alhamdulillah adek mau berangkat sekolah
  • Alhamdulillah adek tidak menangis/tantrum hari ini
Begitu terus setiap hari, sehingga menjadi rutinitas sebelum tidur. Kalau sekarang saya sudah mulai terbiasa untuk tidak menulis tetapi mengucapkannya dalam hati sebelum tidur. Mengucapkan sambil memaknai dalam-dalam begitu banyaknya nikmat Allah hari ini. Apa yang  menjadi alasan kita marah dan emosi. 
Ketika ada hal-hal yang menganjal di hati dan saya kesal. Saya akan ucapkan di dalam hati, hamba ridho ya Allah anak-anak hamba seperti ini, asalkan Engkau ridho kepada hamba.

Membuat jurnal syukur bisa menurunkan emosi dan menjadi menyadari keberadaan diri. Kitapun tidak sempurna untuk pasangan dan anak-anak kita terus atas dasar apa kita tidak menerima ketidak sempurnaan mereka. 
Menyakini pasangan dan anak-anak adalah kado teristimewa yang Allah titipkan dengan segala keunikan mereka. Tidak semua orang diberi kesempatan menjadi istri dan ibu. 
Alhamdulillah Allah memberikan saya kesempatan ini dan semestinya saya jaga dan sayangi.

Satu pesan terakhir yang cukup membantu adalah katakan dalam hati "Saya adalah pelayan" bagi mereka dan siap memberikan pelayanan terbaik demi menggapai ridho dan kasih sayang Allah. Masyaallah jika visi nya hanya ingin menjadi pelayan terbaik maka tidak akan ada emosi dan semata-mata lillah  karena keluarga adalah ibadah sepanjang masa (WS).

6 komentar:

  1. MasyaAllah, Kak, saya terharu membaca postingan ini. Banyak yang saya lupa syukuri. Harus ikutan bikin jurnal syukur nih.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Selain kata-kata afirmasi positif, jurnal syukur perlu juga ditiru.

    Namun, saya galfok dengan kalimat "saya adalah pelayan"

    Mengapa kak Wince memilih kalimat itu ya..

    BalasHapus
  4. tulisan ini mengajak pembaca agar lebih bersyukur lagi, wajin ditiru sih ini

    BalasHapus
  5. Duh aku merasa tertampar :(

    BalasHapus
  6. Bisa ditiru nih jurnal syukurnya kak, terkadang kita selalu fokus dengan yang tidak ada sampai lupa mensyukuri apa yang sudah ada. Astaghfirullah.

    BalasHapus

3 K dalam Hidup

Bismillahirrahmanirrahim.. Segala puji hanya milik Allah. Dia yang maha atas segala. Memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan k...