https://diarywinrie.com diary winrie: Tari rangguk sebagai warisan budaya kerinci, Jambi

Jumat, 27 Mei 2022

Tari rangguk sebagai warisan budaya kerinci, Jambi

Bangga Sejarah dan Budaya Nusantara

Tari rangguk sebagai warisan budaya kerinci, Jambi

Sebelumnya saya mau nulis  tentang upacara adat di daerah kerinci yang baru –baru ini dilakukan yaitu naik sko dan  kenduri sko. Mengingat keterbatasan saya yang posisi tidak di kerinci rasanya tidak memungkinkan untuk wawancara langsung kepada tokoh adat. Sehingga saya memilih menulis tari rangguk sebagai warisan budaya kerinci, jambi. Merasa bahagia bisa menulis tentang tari rangguk.  Karena bagi saya menulis sesuatu yang  pernah saya alami dan kerjakan langsung lebih mudah dan feel nya juga dapat, daripada menceritakan sesuatu yang belum pernah  saya alami dan kerjakan. Jadi saya memutuskan untuk membahas tentang tari rangguk salah satu tari tradisional kerinci.

a.      Sejarah Tari Rangguk

Pada tahun 1950-an tari rangguk dilakukan oleh kaum laki-laki. Seiring perkembangan zaman maka tari rangguk di lalukan oleh kaum perempuan sampai sekarang. Tari rangguk awalnya di lakukan sebagai media untuk berdakwah menyiarkan agama islam. Sehingga gerak dan pantun tari rangguk berisikaan kehidupan sosial masyarakat kerinci dan berhubungan erat dengan syiar islam.

Mengutip buku Tari Tradisi Melayu: Eksistensi dan Revitalisasi Seni oleh Muhdi Kurnia dan menurut cerita yang berkembang. Konon tari rangguk ini diciptakkan oleh seorang ulama yang pulang dari menunaikan ibadah haji. Beliau terinpirasi dari tradisi yang berkembang pada masyarakat Arab  saat itu. Tarian  yang dimainkan generasi pemuda arab yaitu menabuh rebana sambil mengangguk. Dan sesampainya di kerinci, beliau mulai berdakwah dengan menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat Kerinci. Usaha ulama untuk makin menarik minat masyarakat, beliau berdakwah sambil memainkan alat musik rebana yang diikuti dengan gerakan menganggukkan kepala dan melantunkan pantun dan pujian kepada Allah. Sehingga masyarakat pun dating berbondong bondong untuk menyaksikan tari rangguk ini.

b.      Pengertian Tari Rangguk

Ada bermacam pendapat tentang  tari rangguk. Dari struktur bahasa tari rangguk adalah gabungan dari kata “uhang (Orang)” dan “nganggok (mengangguk). Jadi tari rangguk artinya orang yang sedang menari sambil mengangguk.

Tari rangguk tidak terlepas dari kehidupan sosial masyarakat kerinci. Tari rangguk banyak mengandung nilai estetika dan nilai spiritual agama islam. Dimana gerakan-gerakannya yang banyak mengangguk, irama musiknya berupa tabuhan  rebana dan syair lagunnya pun berisi pantun puji-pujian.

c.       Nilai- nilai Tari Rangguk

Tari Rangguk mengandung banyak nilai estetika dan nilai spiritual yang bersumber ajaran Islam. Hal itu tercermin dalam gerakan-gerakan kepala yang mengangguk-angguk, irama musik berupa tabuhan rebana, serta diselingi dengan pantun puji-pujian. 

d.       Waktu Tari Rangguk

Tari rangguk biasanya ditampilkan pada upacara adat, agama, acara pemerintahan dan penyambutan tamu.

e.       Penari Rangguk

Dulu penari rangguk adalah pemuda dan pemudi asli di suatu desa. Tetapi untuk saat ini penari rangguk sudah banyak dari anggota sanggar di kerinci yang sudah dilatih. Penari biasanya berjumlah minimal 4 orang dan bisa lebih. Dengan 2 orang laki-laki sebagai penabuh gendang  dan 1 atau 2orang perempuan sebagai penyanyi.

f.       Gerakan Tari Rangguk

Gerakan tari yang ditampilkan oleh para penari diambil dari beberapa gerakan makhluk hidup, seperti liukan tumbuh-tumbuhan, gerak riang hewan, dan lenggak-lenggok manusia yang dipadukan menjadi satu. Gerakan-gerakan tersebut mengandung nilai spiritual sebagai ungkapan rasa syukur dan ketakwaan kepada Sang Pencipta.

Dari  jurnal Kajian dan Penanaman Nilai Sosial Melalui Pembelajaran Tari Rangguk oleh Meliza Yangsi (2019), selain gerakan dasar yang berupa anggukan kepala dan goyangan sambil sekali- kali memukul rebana kecil, terdapat juga gerak maknawi dalam Tari Rangguk yang menggambarkan aktivitas bertani di sawah secara bergotong royong, yaitu:

Ø  Gerak menuai, menggambarkan kegiatan menabur benih di sawah.

Ø  Gerak menanam, menggambarkan kegiatan menanam padi di sawah.

Ø  Gerak Litak Liu Gando Serumpun, menggambarkan gerakan yang gemulai seperti pohon gando yang tertiup angin lemah gemulai.

Ø  Gerak Limbai Tangan Serudang Jatuh, menggambarkan gerakan tangan yang gemulai seperti daun kelapa yang sudah mati dan jatuh ke tanah.

Dalam perkembangannya, gerakan Tari Rangguk disesuaikan dengan suasana dan tempat tari tersebut ditampilkan. Jika tari dibawakan untuk hiburan, para pemainnya menabuh rebana dan mengangguk sambil duduk melingkar. Jika dibawakan untuk menyambut tamu tari ranggu dilakukan dengan berdiri berbaris atau melingkar. Dan saat ini gerakan tari rangguk sudah banyak dkreasikan dengan gerakan tari modern tetapi tidak menghilangkan cirri khas nya yaiitu masih ada gerakan anggukan, goyangan dan tabuhan rebana kecil oleh penari ketika di ujung pantun.

g.      Jenis Alat Musik Tari Rangguk

Alat musik yang digunakan adalah rebana besar yang ditabuh oleh 2 orang laki-laki dan rebana kecil yang dipegang oleh penari.

h.        Syair Lagu Tari Rangguk

Syair lagu yang banyak saya temukan adalah yang berasal dari bahasa kerinci hilir. Kerinci mempunyai banyak perbedaan bahasa dan cara penyampaian nya pun berbeda.  Mengutip syair rangguk pusako ciptaan bapak Atmajar Idris dan  saya edit dengan irama yang kami naynyikan sambil menari, jadilah syairnya sebagai berikut :

Mulo-mulo kami lah di munangguk

Kami lah di munangguk sayang ku aeh lah di danau kinci 2x

Dapat alah ikan  dapat alah ikan

Dapat alah ikan sayang ku aeh lasi si ikan rayo2x

 

Tingkah rabano samo kito tepuk

Sarato rangguk sayang ku  aeh talenyo kinci 2x

Kito sembahkan  kitolah sembahkan

Kitolah sembahkan sayang ku aeh tari dipusako2x

 

Dilingkung bukit gunung puncaknyo

Gunung di kurinci sayang ku aeh lah di kayu aro2x

Danau kurinci danau dikurinci

Danau dikurinci sayang ku aeh ayi lah nyo dalam

 

Susun lah baris susun alah baris

Susun alah baris  sayang ku aeh tingkah lah rabano 2x

Itu tando itu alah tando

Itu alah tando sayang ku aeh rangguk di mulo 2x

Kami munari, kami dimunari

Kami dimunari sayang ku aeh nyambut kayo datang 2x

 

Saiiring balam dengan murebah

Lebahlah lalu sayang ku aeh balam dikumbali 2x

Balam lah inggap lah diateh kulapo

Balam alah inggap sayang ku aeh lah di ateh kulapo 2x

Sairing salam sarato sembah

Sembah alah lalu sayang ku aeh  salam di kumbali 2x

Mintak lah maaf mintak alah maaf

Mintak alah maaf sayang ku aeh di kupado kayo 2x

 

Baju buludu baju lah buludu

Baju di buludo sayang ku aeh di bukuluk pulo 2x

Sarato jangki saratolah jangki

Saratolah jangki sayang ku aeh adat di kurinci 2x

Dibucincin tigo di bucinci tigo

Dibucincin sayang ku aeh di buurai pulo 2x

Butalu tale tingkah lah rabanao

Rentak di kukaki sayang ku aeh gadih di munari 2x

Ado salah kalo ado salah

Kalo ado msalah sayang ku aeh maaf di busamo 2x

      Pantun dalam syair lagu rangguk bisa diubah sesuai dengan tempat tari rangguk di tampilkan. Namun demikian isi syairnya tidak jauh dari tentang pujian dan harapan atau memperkenalkan adat kebiasaan di kerinci.

i.        Pakaian Tari Rangguk

            Para penari  Perempuan memakai pakaian adat kerinci yaitu baju kurung berukir keemasan, bawahannya kain songket serta kuluk berbenang emas. Akan tetapi dalam perkembangannya pakaian para penari mendapat banyak perkembangan variasi sehingga makin menarik saja dan banyak kreasi pakaian yang indah dipandang mata. Sementara penari lak-laki juga memakai baju adat berwarna hitam yang beukiran emas dan berlengan panjang, bawahan celana panjang warna yang sama dan pada bagian pinggang akan dililit songketserta memakai topi atau lita (WS).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

3 K dalam Hidup

Bismillahirrahmanirrahim.. Segala puji hanya milik Allah. Dia yang maha atas segala. Memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan k...