https://diarywinrie.com diary winrie: Jurnal Bekal Misi 2 Matrikulasi 10 Ibu profesional

Rabu, 11 Mei 2022

Jurnal Bekal Misi 2 Matrikulasi 10 Ibu profesional


Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Apakabar bestie ibu profesional semua?! Kali ini mau setoran tugas matrikulasi 10. Analisa critical thingking tentang bekal yang akan dibawa untuk menyelam nanti.
Nah saya sendiri memilih 5 bekal yang sangat penting untuk melanjutkan penyelaman ini. Apa aja bekalnya mau tahu ga bestie?

Bekal yang inging saya siapkan dan analisa adalah bekal yang memang benar adanya, baik bagi diri saya dan keluarga serta bermanfaat untuk orang banyak.

Berikut 5 bekal yang saya siapkan :
1. Niat lillahita'ala
Mengutip sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim :
innamal a’malu binniyat
Artinya :Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niat.
Maka menjaga niat dari awal sampai akhir proses pembelajaran adalah kunci utama untuk mencapai sebuah tujuan.
Niatkan semua karena Allah karena ini benar, bukankah kecil atau besar sesuatu yang kita kerjakan akan bernilai ibadah jika niat kita kerena Allah. Meniatkan segala sesuatu karena Allah itu baik, selain mengharapkan ridhoNya juga mengharapkan Allah temani disetiap proses dan perjalanan kita nanti. Dan dengan niat lillahita'ala akan membuat kita terjaga dari hal - hal yang tidak baik sehingga apapun yang dikerjakan akan bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga dan orang banyak. Ini adalah salah satu cara kita beradab yang baik pada diri sendiri. Lillahita'ala.

2. Disiplin Waktu
Kunci sebuah keberhasilan adalah disiplin. Disiplin waktu merupakan bekal yang sangat saya butuhkan untuk penyelaman ini. Karena kesibukan mengurus rumah, anak-anak, bapaknya anak-anak, pekerjaan dan bisnis. Ini bukan hal yang mudah jika tidak disiplin waktu.
Waktu harus dimanaj sebaik mungkin dan seoptimal mungkin. Satu hal yang nanti akan kita pertanggung jawabkan adalah Engkau habiskan untuk apa waktu mu. Nah lho??
Jadi disipilin waktu adalah sesuatu yang benar benar penting karena kita tidak dapat mengulang waktu. Dan waktu yang dipergunakam dengan baik InsyaAllah hasilnya pun baik. Disiplin waktu juga semstinya membuat kita menyempatkan diri untuk berbagi dan bermanfaat bagi org lain.

3. Upgrade Ilmu Baru
Bekal yang membuat saya bertahan dan ingin terus berjuang adalah dikarenakan tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua. Sehingga setiap hari saya mesti belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik dan profesional untuk keluarga. Bekal ini lebih kurang bisa dibilang keinginan untuk belajar dan terus belajar dalam upaya memperbaiki diri demi sosok yang InsyaAllah nanti anak anak bangga menceritakan orang tuanya kepada teman temannya. Ibuku adalah ibu profesional.

4. Pengalaman baru
Bergabung dikomunitas ibu profesional ini, hisa menambah pengalaman baru sebagai seorang ibu. Menjadi ibu yang bahagia, ceria dan suka bekerjasama dengan keluarga.
Belajar mempraktekkan ilmu-ilmu baru dengan keluarga, bercerita dan bercengkrama bersama ibu ptofesional seperti nya ga ada habisnya. Materi yang disampaikan selalu asik dan menarik.  Apalagi bisa praktek. MasyaAllah bahagianya.

5. Berbagi manfaat dengan orang lain
InsyaAllah apa yang didapatkan akan dibagikan ke kawan kawan yang lain.Mengajak kawan kawan untuk ikut di Ibu Profesional, belajar, bermain dan mengerjakan tugas bersama. Bukankah ilmu yang baik adalah ilmu yang bermanfaat untuk banyak orang. Jadi dengan bekal dan harapan setelah ikut matrikulasi banyak ilmu yang didapatkan dan bisa dipraktekkan. Aamiin.

Meskipun ingin berbagi manfaat tetapi tetap saja harus memperhatikan adab, tanggung jawab dan tata cara publikasi yang bermartabat dan bertanggungjawab.

5 bekal yang saya pilih ini, insyaaAllah benar, baik dan bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga dan lingkungan.
Semangat menuju misi berikutnya, ibu profesional ibu yang bahagia dan siap berkarya.
(WS) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

3 K dalam Hidup

Bismillahirrahmanirrahim.. Segala puji hanya milik Allah. Dia yang maha atas segala. Memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan k...