https://diarywinrie.com diary winrie: PUASA DENGAN HATI SAAT PANDEMI

Sabtu, 02 April 2022

PUASA DENGAN HATI SAAT PANDEMI

 

PUASA DENGAN HATI SAAT PANDEMI

 

Alhamdulillah ini tahun ke tiga  menjalani puasa pada musim pandemi. Pandemi yang entah sampai kapan akan berakhir. Banyak pelajaran berharga yang didapat saat pandemi ini. Puasa pertama musim pandemi lalu, saya ditugaskan sebagai tim tenaga kesehatan IGD Covid-19  yang ikut terjun langsung menerima pasien covid-19. Saat itu yang terbayang sebelum menjalaninya adalah bagaimana tetap berpuasa menahan haus dan lapar dengan pakaian hanzmat. Panas, gerah, berkeringat dan haus pastinya. Membayangkan saja rasanya begitu takut belum harus kontak dengan pasien yang sangat beresiko tertular. Saat itu dalam pikiran saya, jangan sampai tertular karena kasian  keluarga saya. Setelah mendapat surat tugas, saya dan suami memutuskan agar anak –anak diantar ke tempat orang tua saya di Kerinci. Dengan pertimbangan meskipun nanti saya kontak dengan pasien covid dan tertular setidaknya cukup saya. Meski secara psikologis berat berpisah dengan anak-anak. Bulan puasa tahun 2019 saya isi dengan shift dinas pagi, siang dan malam  di ruang IGD Covid.

Sebagai garda terdepan saat itu dimana pandemi mulai meningkat di kabupaten Mukomuko. Tingkat kecemasan, tekanan psikologis dan sosial bagi tenaga kesehatan sangat tinggi. Merasa ditakuti ketika keluar rumah membeli takjil meskipun jadwal lagi libur. Anggapan masyarakat saat itu kami petugas kesehatan yang menangai covid bisa menularkan covid ke mereka. Keadaan ini membuat kami lebih banyak di dalam rumah menghabiskan waktu dengan belajar dan medengar tausiyah. Astagfirullah ujian terberat saat ini jauh dari anak dan merasa ditakuti. Bersyukur sebulan saya lalui sebagai petugas Covid, maka surat tugas baru pun keluar. Karena memang aturan dari rumah sakit kami petugas kesehatan khususnya perawat akan bergantian menjadi petugas tim tenaga kesehatan Covid-19. Beban mental yang tadinya terasa begitu berat menjadi ringan seketika mendengar kabar gembira tersebut dan sekarang saatnya untut test PCR. Memastikan bahwa diri bebas dari covid. Menunggu hasil test PCR juga dengan jantung yang dag dig dug deeerrr.Bagaiaman kalau positif, pasti saya belum bisa berkumpul dengan ananda tercinta dan orang tua. Dan alhamdulillah hasil testnya pun negatif dan saya bersama suami memutuskan menjemput anak- anak ditempat orang tua saya. Sekalian lebaran disana.

Masyaallah tabarakallah Allah itu maha baik dan sesuai dengan sangkaan hambaNya. Menjaga rasa baik sangka, terus berserah dan merasa tidak berdaya dikala itu, yang saya yakini apapun yang terjadi saat ini adalah yang terbaik yang Allah berikan untuk keluarga kami. Semua kami jalani dengan ikhlas dan tetap menjaga kewarasan.

Beberapa hal yang kami lakukan agar tetap waras sebagai petugas kesehatan yang lagi puasa dan menangani covid 19 saat pandemi adalah :

1.      Hati yang tenang

Hati yang tenang bisa dirasakan dengan cara menerima, ikhlas menjalaninya, dan ridho akan ketetapan Nya. Pasti Allah punya alasan mengapa saya yang dipilih saat ini untuk berjuang di garda depan. Bahagia dan bangga dengan profesi saya sebagai perawat adalah tugas mulia yang allah titipkan. Semoga pekerjaan ini menjadi wasilah bagi saya  berbuat kebaikan untuk orang lain. Yang tadinya sempit terasa lapang seketika ketika kita menerima,yang tadinya berat terasa ringan ketika allah turunkan pertolongan.

 

2.      Jangan stress

Pandemi tidak hanya menimbulkan gejala dan keluahan fisik pada pederita covid tetapi juga meningkatkan stress. Apalagi kami sebagai petugas keseahatan tingkat stress akan sangat tinggi, ketakutan-ketakutan seolah memenuhi pikiran kami. Apa yang saya lakukan? Mengurangi tingkat stres dengan banyak ber “me time” dengan Allah menyampaikan apapun bentuk ketakutan saya saat itu. Takut tidak bisa melayani pasien, takut APD tidak lengkap saat menangani pasien, takut tertular, takut tidak sanggup menahan haus, takut jika harus isolasi mandiri kalo terinfeksi, tajut tidak bisa menyiapkan buka puasa dan sahur untuk suami dan banyak ketakutan lainnya. Semua ketakutan berubah menjadi ketenangan ketika kitamengakui ketidak berdayaan kita dalam menghadapi virus yang kecil ini,  menyerahkan semua kepada Nya just focus on Allah, dan terus merayu meminta padaNya agar diberikan ketenangan dalam menghadapi pandemi ini.

3.      Istirahat yang cukup

Sebagai petugas kesehatan kata-kata istirahat yang cukup rasanya terlalu sempurna bagi kami karena kami yang shift malam harus siap begadang jika pasien datang ke IGD covid di malam hari. Maka cara saya memenuhi waktu istirahat saya yang kurang dengan istirahat di siang hari meski kualitas istirahatnya tidak sama dengan malam tetapi yakin dan selalu berdoa sebelum istirahat. Ya Allah, jadikanlah istirahat kali ini adalah istirahat terbaik saya, yang menghilangkan lelah dan letih saya dan pengganti istirahat semalam. Alhamdulillah ya allah terimakasih masih memberikan waktu kepada saya untuk istirahat siang ini.

4.      Makan makanan yang bergizi

Selain istirahat yang cukup, makanan yang dikosumsi juga harus diperhatikan terutama kebersihan dan nilai kandungan gizinya. Untuk menjaga agar tetap fit dan sehat. Makanan yang bagus dikosumsi adalah makanan nabati seperti : sayur, buah, kacang-kacangan yang mengandung antioksidan. Dengan mengkosumsi makanan seperti ini dapat meningkatkan imun dan daya tahan tubuh saat berpuasa. Selain makanan nabati kosumsi lemak yang baik juga penting. Lemak yang baik itu terdapat pada zaitun dan  ikan salmon.

5.      Olahraga ringan

Saat puasa saya lebih memilih olahraga ringan seperti peregangan dan senam yang tidak begitu banyak menguras energi cukup 5 s.d 10 menit. Sebaiknya dilakukan pada waktu menjelang berbuka puasa. Intinya jangan memaksakan diri. Lakukan olahraga semampunya dan teratur.

6.      Minum air putih saat berbuka

Saat berbuka yang pertama saya lakukan adalah minum air putih sebagaim pengganti cairan tubuh yang hilang seharian berpuasa. Apalagi kalo sempat memakai hanzmat terasa banget cairan tubuh banyak keluar lewat keringat. Jadi saat malam memperbanyak minum air putih.

7.      Mengkosumsi vitamin tambahan

Vitamin yang dikosumsi adalah vitamin C, D dan zinc. Selain mengkosumsi buah yang kandungan vitamin C nya, suplemen juga dibutuhkan agar daya tahan tubuh tetap terjaga dan bisa melawan virus ini.

8.      Tetap menerapkan Prokes dan APD

Menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak adalah hal yang dari mulai pandemi sampai sekarang menjadi kebiasaan. Terus di jaga dan di tingkatkan. Kemudian saat menangani pasien APD memang menjadi suatu kewajiban dan tidak lupa semua yang dilakukan lillahita’ala.

Semua tips ini adalah ikhtiar yang dilakukan saat menjalani puasa disaat pandemi khususnya bagi petugas kesehatan. Tetapi semua kembali kepada Allah yang menguatkan, menjaga dan melindungi kita dari virus yang juga ciptaanNya.

Catatan pentingnya menjalani puasa disaat pandemi tidak hanya menjaga diri dari tertularnya virus tetapi juga menjaga hati. Tidak hanya membersihkan diri dari hal hal yang beresiko infeksi tetapi juga membersihakan hati. Tidak hanyak fokus pada diri dan keluarga sendiri  agar tidak terinfeksi tetapi meluaskan hati menjaga sesama dan berbagi bersama di masa pandemi.(WS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

3 K dalam Hidup

Bismillahirrahmanirrahim.. Segala puji hanya milik Allah. Dia yang maha atas segala. Memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan kita, bukan k...